Industri Manufaktur Jadi Penopang Pemulihan Ekonomi 2021

Antara · Minggu, 29 November 2020 - 23:30:00 WIB
Industri Manufaktur Jadi Penopang Pemulihan Ekonomi 2021
Kemenperin menyatakan investasi industri manufaktur bisa menjadi penopang pemulihan ekonomi nasional pada 2021. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan investasi industri manufaktur bisa menjadi penopang pemulihan ekonomi nasional pada 2021. Investasi industri manufaktur pada tahun depan diproyeksi tumbuh sebesar 22 persen atau mencapai Rp323,56 triliun.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko SA Cahyanto menerangkan ‚ÄčKemenperin mencatat investasi manufaktur pada Januari-September 2020 tumbuh 37,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. “Ini membuktikan bahwa investasi sektor industri tak terpengaruh oleh pandemi Covid-19,” ujarnya, Minggu (29/11/2020).

Dia menuturkan investasi terbesar disumbangkan industri logam dasar, barang logam, dan bukan mesin sebesar Rp69,79 triliun. Kemudian industri makanan Rp40,53 triliun, serta industri kimia farmasi Rp35,63 triliun.

Meski terhantam pandemi, menurut Eko, industri manufaktur menjadi sektor ekonomi yang strategis. Ini dapat dilihat dari kontribusi sektor pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 17,9 persen, terbesar dibanding sektor lain.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan, untuk menggenjot investasi industri dibutuhkan pemetaan sektor-sektor prioritas yang bakal jadi unggulan. Strategi berikutnya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan daya saing iklim usaha.

"Stimulus juga sangat penting karena dalam kondisi yang masih belum kembali normal, dibutuhkan dorongan stimulus, baik untuk sisi suplai maupun permintaan," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani