Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Inflasi AS Turun Jadi 4 Persen di Mei 2023, Terendah Sejak April 2021

Selasa, 13 Juni 2023 - 20:22:00 WIB
Inflasi AS Turun Jadi 4 Persen di Mei 2023, Terendah Sejak April 2021
Inflasi AS mencapai 4,0 persen secara year-on-year (yoy) pada Mei 2023. Angka ini lebih rendah dari bulan April sebesar 4,9 persen. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Inflasi Amerika Serikat (AS) mencapai 4,0 persen secara year-on-year (yoy) pada Mei 2023. Angka ini lebih rendah dari bulan April sebesar 4,9 persen, sekaligus terendah sejak April 2021. 

Mengutip Reuters, penurunan ini jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar, sekaligus memberi sinyal positif kepada bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga acuan pada pertemuan dewan The Fed pada, Rabu (14/6/2023).

Secara bulanan, inflasi Mei 2023 meningkat 0,1 persen tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,4 persen, menurut data Biro Statistik Departemen Tenaga Kerja AS, Selasa (13/6/2023).

Sementara, inflasi inti yang tidak termasuk biaya energi dan makanan tak berubah secara bulanan yakni di level 0,4 persen. Sedangkan, inflasi inti tahunan meningkat 5,3 persen yoy, tetapi lebih rendah dari April sebesar 5,5 persen yoy.

Sebelumnya, pelaku pasar memproyeksikan inflasi AS bakal mereda imbas lonjakan suku bunga The Fed beberapa waktu terakhir. Sejumlah data makro, seperti naiknya klaim pengangguran menjadi penanda bahwa pasar tenaga kerja perlahan mendingin.

Indikator Fedwatch dari CME Group mencatat peluang sebesar 80 persen bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga di kisaran 5 persen-5,25 persen, dan memproyeksikan ada peningkatan 25 basis poin (bps) pada pertemuan The Fed bulan Juli. 

Dua anggota dewan The Fed belum lama ini mengatakan, bank sentral harus menunda kenaikan suku bunga, untuk menahan potensi krisis perlambatan ekonomi.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut