Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga BBM Pertamina 7 Januari 2026 Ada yang Turun, Ini Rinciannya!
Advertisement . Scroll to see content

Inflasi Oktober 2022 Lebih Rendah dari Perkiraan, Sri Mulyani: Tanda Perkembangan yang Baik

Kamis, 03 November 2022 - 12:34:00 WIB
Inflasi Oktober 2022 Lebih Rendah dari Perkiraan, Sri Mulyani: Tanda Perkembangan yang Baik
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, inflasi di bulan Oktober 2022 lebih rendah daripada perkiraan. Indeks inflasi harga konsumen (IHK) Oktober 2022 tercatat pada 5,71 persen year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 5,95 persen yoy.

Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan awal pada saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM yang memang pasti akan mempengaruhi kelompok dari administered prices dan volatile foods.

"Ini merupakan suatu tanda perkembangan yang baik, bahwa Indonesia tetap menjaga inflasi relatif dalam level yang moderat. Inflasi dari volatile foods mengalami penurunan menjadi 7,19 persen yoy," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK IV Tahun 2022 secara virtual di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Sri Mulyani menambahkan, hal ini sejalan dengan langkah-langkah sinergi dan koordinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, bersama dengan Bank Indonesia (BI), serta berbagai mitra strategis lainnya yang terwadahi dalam Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta terus digiatkannya gerakan nasional pengendalian inflasi pangan atau GNPIP.

Tak hanya itu, dia menyebut pemerintah juga menggunakan instrumen seperti dana insentif daerah (DID) untuk memberikan reward bagi daerah-daerah yang terus menjaga dan memperhatikan tingkat inflasi di daerah masing-masing. 

Sri Mulyani mengatakan, inflasi administered prices tidak setinggi yang tadinya diperkirakan, yaitu pada level 13,28 persen yoy setelah pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM yang kemudian mempengaruhi tarif angkutan yang dampaknya lebih rendah. 

"Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga pada tingkat rendah yaitu pada 3,31 persen yoy, hal ini sejalan dengan rendahnya dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan belum kuatnya tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut