Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Pamer Program Sekolah Rakyat di Depan Akademisi Inggris
Advertisement . Scroll to see content

Inggris Keluar dari Jurang Resesi, Ekonomi Tumbuh 0,6 Persen di Kuartal I 2024

Sabtu, 11 Mei 2024 - 16:08:00 WIB
Inggris Keluar dari Jurang Resesi, Ekonomi Tumbuh 0,6 Persen di Kuartal I 2024
Ekonomi tumbuh 0,6 persen pada kuartal I 2024 sekaligus membuat Inggris keluar dari resesi. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada awal tahun membuat Inggris keluar dari resesi. Ekonomi negara tersebut tumbuh sebesar 0,6 persen pada kuartal I 2024, pertumbuhan tercepat dalam dua tahun. 

Mengutip BBC, Inggris jatuh ke jurang resesi pada akhir tahun lalu setelah perekonomian merosot selama dua periode tiga bulan berturut-turut.

Gubernur Bank of England, Andrew Bailey menuturkan, Inggris sedang mengalami pemulihan ekonomi, meskipun tidak kuat. Sementara, suku bunga saat ini berada pada titik tertinggi dalam 16 tahun terakhir, yang berarti masyarakat membayar lebih banyak untuk meminjam uang seperti hipotek dan pinjaman, Namun, masyarakat yang menabung menerima keuntungan yang lebih baik.

Suku bunga hipotek telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir setelah perkiraan Bank of England akan memangkas biaya pinjaman diundur.

Belum lama ini Bank Dunia menyebut bahwa inflasi akan mendekati tingkat targetnya dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Juni, namun hal tersebut tertunda karena angka pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan.

Wakil Kepala Ekonom Inggris di Capital Economics, Ruth Gregory menuturkan, hal ini menunjukkan bahwa Bank of England tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga. 

"Penurunan suku bunga pertama pada akhirnya akan ditentukan oleh angka lapangan kerja dan inflasi yang akan datang," ucap Gregory.

Menurut Kantor Statistik Nasional (ONS), pertumbuhan pada awal tahun ini dipimpin oleh sektor jasa, yang mencakup sektor-sektor seperti perhotelan, seni dan hiburan, dan kemungkinan besar terbantu oleh perayaan Paskah di bulan Maret.

Meski perekonomian secara keseluruhan kembali tumbuh, banyak orang mungkin tidak merasa lebih baik. Saat dampak inflasi dan pertumbuhan penduduk dihilangkan, pertumbuhan per kapita masih lebih rendah 0,7 persen dibandingkan tahun lalu.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut