Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 311.545 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat Libur Tahun Baru 2026, Ini Sebarannya
Advertisement . Scroll to see content

Ini 8 Fakta Tol Layang Jakarta-Cikampek yang Akan Diresmikan Jokowi Siang ini

Kamis, 12 Desember 2019 - 10:05:00 WIB
Ini 8 Fakta Tol Layang Jakarta-Cikampek yang Akan Diresmikan Jokowi Siang ini
Tol Layang Jakarta-Cikampek KM 28, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan tol layang Jakarta-Cikampek siang ini, Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Sejumlah menteri akan hadir di antaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Tol bertingkat sepanjang 36,4 kilometer (km) tersebut berada tepat di atas jalan tol Jakarta-Cikampek existing. Berikut fakta-fakta tol yang merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa:

1. Membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat

Tol Layang Jakarta-Cikampek dibangun di atas sebagian ruas jalan tol Jakarta-Cikampek existing, tepatnya mulai dari simpang susun Cikunir (KM9) hingga Karawang Barat (KM 47).

Tol dengan empat lajur dengan dua lajur di setiap arah tersebut terdiri dari sembilan seksi. Yaitu, Cikunir-Bekasi Barat (2,99 km), Bekasi Barat-Bekasi Timur (3,63 km), Bekasi Timur-Tambun (4,34 km), Tambun-Cibitung (3,3 km), Cibitung-Cikarang Utama (4,46 km), Cikarang Utama-Cikarang Barat (2,72 km), Cikarang Barat-Cibatu (3,16 km), Cibatu-Cikarang Timur (2,45 km), dan Cikarang Timur-Cikarang Barat (9.79 km).

2. Hanya untuk Kendaraan Golongan I Kecil Jarak Jauh

Empat lajur tol dikhususkan bagi kendaraan golongan I, dalam hal ini kendaraan kecil. Dengan kata lain, kendaraan besar seperti bus dan truk tidak boleh masuk dan harus lewat tol existing yang ada di bawah.

Selain itu, tol ini didesain untuk perjalanan jarak jauh, sehingga pengguna tol yang keluar di Bekasi Barat, Tambun, Cibitung, Cikarang Timur, dan sekitarnya jangan naik tol layang ini.

Selain itu, tol bertingkat ini juga tidak menyediakan rest area, termasuk toilet dan SPBU. Jadi pengguna tol harus siap fisik di samping tangki BBM kendaraan dalam kondisi cukup.

3. Tarif Gratis Sebulan

Sama seperti tol-tol yang baru diresmikan, Tol Layang Jakarta-Cikampek bakal digratiskan selama satu bulan. Untuk tarif final, pemerintah bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) masih menggodoknya apakah tarifnya sama dengan tol yang di bawah atau berbeda.

Tarif gratis selama libur Natal dan Tahun Baru tersebut akan ditanggung PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Sementara kontraktor tidak akan rugi dengan proyek yang memiliki Internal Rate of Return (IRR) 12,6 persen itu.

4. Tidak Langsung Beroperasi

Meski Presiden Jokowi akan meresmikan tol tersebut, bukan berarti tol itu bisa langsung digunakan. Rencananya, tol baru bisa beroperasi antara dua hingga tiga hari usai peresmian karena harus dibersihkan.

Saat proses uji beban, masih ada puluhan titik expansion joint (sambungan jembatan) yang belum halus. Kemudian, 20 tim diterjunkan untuk mengebut proses penyempurnaan jalan sebelum peresmian.

5. Dilengkapi Tilang Elektronik

Pengguna tol layang Jakarta-Cikampek tidak bisa asal kebut-kebutan. Pasalnya, tol baru ini akan dilengkapi sistem tilang elektronik. Petugas Korlantas rencananya ditempatkan di setiap putaran balik (u-turn) atau 4 km sekali.

Meski tol tersebut didesain untuk kecepatan 100 km per jam, Batas maksimum kecepatan yang diperbolehkan adalah 80 km per jam sementara batas minimum 60 km per jam. Para pengendara diminta berhati-hati.

6. Dibangun sejak 2017

Tol tersebut akan dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. BUMN konstruksi ini telah membentuk anak usaha yang bernama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC).

Konstruksi tol ini dimulai sejak pertengahan 2017. Selama pembangunan, pengguna tol Jakarta-Cikampek existing harus merasakan kemacetan karena pengerjaan mengambil sebagian lajur. Meski begitu, kontraktor melebarkan jalan untuk meminimalisir kemacetan dampak dari pengerjaan proyek.

Proses pengerjaan itu memang sangat rawan macet. Apalagi, ada dua proyek lain yang secara paralel dikerjakan yaitu LRT Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

7. Kolaborasi Waskita Karya dan Acset Indonusa

Konstruksi proyek tol tersebut diserahkan kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Acset Indonusa Tbk, anak usaha PT Astra International Tbk. Kontraktor tersebut berhasil menyelesaikan pembangunan tol tersebut kurang dari tiga tahun.

Pengerjaan proyek tol tersebut menggunakan metode Sosro Bahu. Teknologi karya anak bangsa itu memungkinkan pengerjaan tol dengan minim gangguan, sehingga pengguna tol di bawah bisa tetap berjalan di tengah proses pembangunan.

Bukan barang baru, teknologi serupa pernah diterapkan saat pembangunan tol layang Cawang-Tanjung Priok. Namun, tol layang Jakarta-Cikampek menjadi tol layang pertama di Indonesia yang menggunakan baja. Penggunaan komponen baja mencapai 40 persen dari total panjang tol.

8. Biaya Konstruksi Rp11 Triliun

Biaya pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek mencapai Rp11 triliun. Pembiayaannya menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan jaminan dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan masa konsesi atas proyek tersebut selama 45 tahun kepada Jasa Marga. Masa konsesi tersebut terhitung sejak perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) ditandatangani pada 2016 lalu.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut