Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelindo Terima Kunjungan Danantara, Tegaskan Kesiapan Layani Angkutan Nataru
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Pelabuhan Terbesar Kedua, Patimban Gerakkan Ekonomi Wilayah Produktif

Kamis, 24 Desember 2020 - 23:09:00 WIB
Jadi Pelabuhan Terbesar Kedua, Patimban Gerakkan Ekonomi Wilayah Produktif
Sebagai pelabuhan terbesar kedua di Indonesia, Patimban akan menggerakkan ekonomi wilayah produktif.  (Foto: Dok/Suzuki)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi optimistis Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, dapat menggerakkan roda ekonomi di daerah sekitar. Pelabuhan terbesar kedua di Indonesia ini akan menghubungkan wilayah produktif. 

"Pelabuhan terbesar kedua setelah Tanjung Priok, Jakarta ini siap menghubungkan berbagai wilayah produktif di Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes dan sekitarnya," ujar Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi Ayodhia GL Kalake dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang akan dilengkapi akses jalan tol. Pembangunan pelabuhan ini juga diharapkan mampu mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang selama ini cukup padat.

Pembangunan pelabuhan juga diharapkan menjadi stimulator pengembangan wilayah di daerah Subang dan pelabuhan ini juga dapat memangkas waktu tempuh distribusi dari kawasan industri ke pelabuhan.

"Presiden Jokowi meminta Pelabuhan Patimban mendukung ekspor produk selain otomotif, misalnya UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk lain, sehingga mampu bersaing di pasar global," katanya.

Presiden Joko Widodo telah melaksanakan soft launching operasional Pelabuhan Patimban secara daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/12/2020).

Peluncuran itu ditandai dengan ekspor perdana 140 unit mobil antara lain Toyota, Daihatsu, dan Suzuki. Ekspor dilakukan menggunakan Kapal MV Suzuka Express milik PT Toyofuji Shipping Co Ltd dengan tujuan Brunei Darussalam.

Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban dimulai Juli 2018 dan akan selesai pada 2027 melalui empat fase. Fase I meliputi pembangunan terminal, break water, jembatan penghubung, terminal kendaraan, dan jalan akses (paket pekerjaan oleh Kementerian PUPR). Kapasitas fase I adalah 3,75 juta TEUs (twenty foot equivalent unit) peti kemas dengan kapasitas terminal mobil 218.000 unit mobil CBU.

Pada tahap II, yakni 2021-2024 akan dibangun seluas 66 hektare dan tambahan untuk terminal mobil dengan kapasitas 600 ribu kendaraan bermotor (CBU). Selanjutnya, pada 2024-2025 akan dilakukan pembangunan terminal peti kemas dengan kapasitas kumulatif kargo sebanyak 5,5 juta TEUs.

"Pada tahap akhir 2026-2027 akan dilakukan pembangunan berupa terminal peti kemas dengan kumulasi kapasitas sebanyak 7,5 TEUs dan 600 ribu CBU," ujar Ayodhia.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut