Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mantan Penasihat Spiritual Jokowi: Dalang Gaduh Isu Ijazah Palsu Ya Beliau Sendiri
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi: 200 Ribu KK di Jabar Belum Tersambung Listrik Secara Mandiri

Minggu, 02 Desember 2018 - 13:54:00 WIB
Jokowi: 200 Ribu KK di Jabar Belum Tersambung Listrik Secara Mandiri
Presiden Joko Widodo (ketiga dari kanan) didampingi oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (kanan) saat menghadiri program pemasangan listrik gratis di Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor,
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Belum semua masyarakat Indonesia menikmati listrik. Bahkan, masih ada sekitar 200 ribu rumah tangga di Jawa Barat yang belum teraliri listrik.

Presiden Joko Widodo menghadiri langsung program pemasangan meteran listrik gratis kepada 60.798 keluarga kurang mampu di Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat. Presiden berharap program ini bisa menjangkau 100 ribu rumah tangga hingga akhir tahun ini.

"Ada yang memang belum ada listriknya, ada yang sudah ada listrik tetapi nyambung dengan tetangga atau dengan orang tua. Nah sekarang kita sambung secara mandiri," kata Presiden di Bogor, Minggu (2/12/2018).

Berdasarkan data TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan), ada 235.756 masyarakat Jawa Barat yang belum memiliki akses sambungan listrik PLN karena tergolong tidak mampu.

Presiden berharap, pemasangan listrik gratis secara mandiri diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Pasalnya, pengeluaran untuk listrik mandiri bisa menekan biaya dibandingkan menggunakan listrik dengan sambungan dari tetangga (levering).

Jika sebelumnya mereka membayar sekitar Rp50-60 ribu per bulan, maka dengan adanya listrik mandiri, keluarga tersebut hanya mengeluarkan Rp25-30 ribu per bulan. Selain itu, mereka bisa mengakses listrik lebih banyak.

"Itu lebih murah dari data yang kita terima. Biasanya per bulan bayar bisa Rp50 ribu, bisa Rp 60 ribu.Setelah mandiri bayar kurang leih Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, dan sambungannya bisa lebih banyak, untuk TV, setrika, rice cooker," kata Mantan Wali Kota Solo itu. 

Akhir tahun ini, program ini menyasar menargetkan 130.248 keluarga di delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat. Adapun delapan titik tersebut yaitu kota Bogor, kabupaten Bogor, kabupaten Bandung, kabupaten Tasikmalaya, kabupaten Garut, kabupaten Pangandaran, kabupaten Cianjur, dan kabupaten Sukabumi.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut