Kemenkeu Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Bisa di Atas 7 Persen
JAKARTA, iNews.id - Ekonomi Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada kuartal II-2021 (April-Juni), Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diprediksi mencapai 7 persen.
"Jadi Q2 2020 ada perbaikan signifikan. Kalau hitung-hitungan kita bisa di atas 7 persen," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu saat jumpa pers APBN Kita, Selasa (23/3/2021).
Di kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen. Di samping baseline yang rendah, kata Febrio, perbaikan ekonomi pada tiga bulan ke depan akan ditopang oleh pengendalian penyebaran virus corona dan vaksinasi Covid-19.
Menurut Febrio, tanda-tanda pemulihan ekonomi sebenarnya sudah tampak sejak kuartal III tahun lalu di mana kuartal II-2020 menjadi titik terendah. Pada kuartal III-2020, ekonomi minus 2,19 persen, lebih baik dibandingkan negara-negara G20 dan ASEAN.
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Menko Airlangga Andalkan PKH hingga Kartu Prakerja
Tanda pemulihan, lanjutnya, juga masih terlihat pada kuartal I-2021. Sejumlah indikator ikut mendukung seperti PMI manufaktur, pulihnya kinerja ekspor dan impor, dan konsumsi serta investasi yang membaik meski terbatas.
"Kita lihat perbaikan konsisten di Q1, dengan estimasi tumbuh minus 1 sampai minus 0,1 persen. Ini secara kuartal per kuartal memperlihatkan ada perbaikan signifikan yang dirasakan dan tercermin di angka itu," katanya.
Dia yakin perbaikan ini akan terus terjadi hingga akhir 2021 dimana ekonomi tumbuh pada kisaran 4,5-5,3 persen. Hal ini sejalan dengan proyeksi dari lembaga multilateral seperti IMF dan OECD.
Editor: Rahmat Fiansyah