Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Realisasi Pembiayaan Investasi Pemerintah Tembus Rp22,73 Triliun di Awal 2026, untuk Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Kementan Panen Perdana Padi Gogo di Tanah Laut

Jumat, 22 Februari 2019 - 11:14:00 WIB
Kementan Panen Perdana Padi Gogo di Tanah Laut
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

TANAH LAUT, iNews.id - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy melakukan panen perdana di Desa Kandangan Lama, Panyipatan, Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Didampingi Bupati Tanah Laut Sukamta, padi yang dipanen berjenis Padi Gogo di areal sawah seluas 2.000 hektare.

Sarwo Edhy mengatakan, areal sawah ini merupakan program pemerintah pusat untuk meyakinkan masyarakat Tanah Laut bahwa lahan kering bisa ditanami dua hingga tiga kali. Semula diprogramkan 880 hektare, justru realisasi tertanam 2.000 hektare.

"Ini suatu kebanggaan bagi kami atas upaya petani di Tanah Laut yang bekerja keras hingga bisa panen yang melimpah. Tadinya masyarakat tidak yakin bisa nanam musim kemarau, tapi terbukti bisa," ujar Sarwo Edhy dalam keterangannya, Jumat (22/2/2019).

Sarwo Edhy berharap setelah panen segera ditanami kembali. Diharapkan produksi juga semakin meningkat sehingga, Tanah Laut jadi lumbung padi dan jagung.

"Mohon lahan dipelihara dengan baik. Bila sudah bisa ditanam dua kali setahun, terus diupayakan menjadi tiga kali setahun. Satunya lagi untuk menanam jagung," kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy juga meminta petani untuk memanfaatkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) semaksimal mungin. Baik itu pompa, combine harvester, transplater dan sebagainya jangan sampai nganggur.

"Tolong bantuan Alsintan dimanfaatkan betul. Jangan seperti beberapa daerah lain yang dianggurkan bahkan dijual. Kita sedang inventarisir penggunaannya. Bila diketahui nganggur, maka akan ditarik kembali. Bila masih membutuhkan bantuan Alsintan lagi, silakan diajukan ke Dinas Pertanian," tutur dia.

Begitu juga dengan jaringan irigasi atau embung, Sarwo Edhy mempersilakan Dinas mengajukan bila dibutuhkan. Menurutnya, kunci utama pertanian adalah ketersediaan air.

"Beberapa waktu lalu Saya ngecek irigasi dan embung di Yogyakarta. Bantuan pemerintah pusat juga. Alhasil sangat bermanfaat mengairi persawahan begitu luas," ucap Sarwo Edhy.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut