Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Realisasi Pembiayaan Investasi Pemerintah Tembus Rp22,73 Triliun di Awal 2026, untuk Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Kementan Tinjau Irigasi, Embung dan Sawah Organik di Yogyakarta

Sabtu, 09 Februari 2019 - 10:23:00 WIB
Kementan Tinjau Irigasi, Embung dan Sawah Organik di Yogyakarta
Ilustrasi. (Foto: Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy meninjau irigasi, embung dan pertanian organik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tinjauan ini dilakukannya usai membuka Rapat Teknik Ditjen PSP di Yogyakarta, 6-8 Februari 2019.

Lokasi pertama yang dikunjunginya adalah irigasi bantuan Pemerintah berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Sukoharjo, Kabupaten Sleman, DIY. Irigasi sepanjang 400 meter ini mampu mengairi lahan sawah seluas 25 hektare yang digarap kelompok tani di sekitarnya.

Salah satu petani, Musono mengatakan, RJIT ini sangat membantu petani meningkatkan produksi padi di Desa Sukoharjo. Dia mengaku sekarang petani di desanya sudah tidak khawatir lagi nanti saat musim kemarau.

"Terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas bantuan RJIT ini. Dulu jaringan irigasi ini hanya mampu mengairi 50 persen lahan di sini. Sekarang semuanya seluas 25 hektare sudah bisa diari," ujar Musono.

Kasubdit Iklim Konservasi Air dan Lingkungan Hidup, Kabupaten Sleman Andi Halu mengatakan, bantuan RJIT dari Pemerintah ini sebesar Rp 27,5 juta. Bantuan ditransfer langsung ke rekening kelompok tani.

"Semua uang bantuan dibelikan bahan material. Dan untuk tenaga kerja semua swadaya dari petani. Sehingga hasilnya lebih bagus," ujar Andi.

Di lokasi kedua, Dirjen Sarwo Edhy meninjau embung di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY. Embung dengan luas 25x26 meter dengan kedalaman 2,5 meter ini merupakan bantuan Kementan tahun anggaran 2017. Air yang mampu ditampung mencapai 1200-1500 meter kubik.

"Embung ini bisa mengairi areal sawah di sekitarnya hingga 50 hektare. Di sini kebetulan ada 4 kelompok tani yang memanfaatkan embung ini," ujar Indarto, salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Berikutnya, Dirjen Sarwo Edhy menyambangi Desa Bungkirsari, Cangkringan, Sleman, DIY. Di sini terdapat areal sawah organik yang dikelola Tani Organik Merapi (TOM). Di lahan seluas 5 hektare ini ditanami padi dan sayuran organik.

"Dulu kami hanya menanam sayuran organik, tapi sekarang merambah padi organik. Karena permintaannya di daerah sini sudah lumayan. Supermarket juga sudah menerima produk kami," ujar Untung, Koordinator TOM.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut