Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Allana Abdullah Resmi Pimpin JCI Batavia, Fokus Globalkan UMKM dan Pengembangan SDM
Advertisement . Scroll to see content

Ketum Kadin: Beda dengan 1998, Corona Buat UMKM Paling Terdampak

Minggu, 07 Juni 2020 - 20:05:00 WIB
Ketum Kadin: Beda dengan 1998, Corona Buat UMKM Paling Terdampak
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani. (Foto: SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sektor yang paling terdampak akibat pandemi virus corona (Covid-19). Hal itu karena adanya pembatasan yang tidak memungkinkan untuk pelaku UMKM menjalankan usahanya seperti biasa.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, hal ini jauh berbeda dengan kondisi yang ada pada saat krisis ekonomi terjadi pada tahun 1998, di mana saat itu UMKM menjadi ujung tombak perekonomian nasional.

"Tapi justru tahun 2020 UMKM yang paling terkena dampaknya paling besar dan paling cepat, sehingga sektor UMKM harus kita dorong," ujar Rosan dalam diskusi daring "Evaluasi Publik terhadap Penanganan Covid-19, Kinerja Ekonomi dan Implikasi Politiknya", Minggu (7/6/2020).

Rosan berpendapat alasan UMKM harus diperhatikan karena sektor tersebut dapat menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Sektor UMKM mampu menyerap kurang lebih 115 juta tenaga kerja.

"Dari segi penyerapan tenaga kerja kurleb 96 persen atau 115 juta ada di sektor UMKM," kata dia.

Dia juga melakukan kilas balik, di mana sebelum Indonesia terdampak pandemi Covid-19, angka pengangguran terbuka telah mencapai 7 juta orang. Dengan adanya pandemi corona maka jumlahnya bisa semakin meningkat.

"Kalau kita lihat angka sebelumnya, sebelum ada Covid-19 pengangguran terbuka kita saja sudah di level 7 juta orang, ditambah 6 juta, ditambah 8 juta setengah menganggur, pekerja paruh waktu 24 juta, sehingga angka ini sudah sampai di level lebih dari 55 juta orang yang pekerjaannya harus dibantu oleh pemerintah," ucap Rosan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut