Koperasi di Bandung Ini Dapat Kumpulkan Dana Rp4 Miliar Setahun
BANDUNG, iNews.id - Pasar Cicadas di Jalan Cikutra, Cicadas, Bandung, pernah identik dengan ulah para preman dan rentenir. Namun kedua hambatan tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Mandiri.
"Banyak pertentangan dan persinggungan di sini. Tapi itu hanya bulan-bulan pertama pembentukan koperasi di tahun 2004 lalu," kata Bendahara KSP Sejahtera Mandiri, Sudarman di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/10/2018).
Dengan melakukan pendekatan pada kedua pihak tersebut, KSP Sejahtera Mandiri terbentuk dan beranggotakan pedagang, preman serta renternir. Saat ini, koperasi tersebut beranggotakan sekitar 600 orang, bahkan dapat mengumpulkan aset lebih dari Rp4 miliar.
Pria 73 tahun ini mengaku bahwa pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB KUMKM) amat membantu perkembangan para pedagang. Apalagi menjelang Ramadan, mereka akan mengambil pinjaman dana lebih banyak dari biasanya.

Awalnya KSP Sejahtera Mandiri mendapat pinjaman senilai Rp125 juta dari LPDB KUMKM. Pinjaman itu berhasil dikembalikan sesuai waktu yang ditentukan. Selanjutnya, koperasi mengajukan pinjaman kedua sebesar Rp350 juta, tapi hanya disetujui Rp150 juta.
Perputaran dana yang dimiliki koperasi dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggota, tapi memerlukan waktu yang lama. Karena itu Sudarman ingin LPDB bisa memberikan pinjaman lebih besar lagi kepada koperasinya.
"Kami ingin menjadi koperasi mandiri dengan modal yang kami miliki sendiri. Namun itu tidak gampang dan kami tetap butuh bantuan dari pihak ketiga yang memiliki bungan rendah dan itu hanya dari LPDB," ujarnya.
Sudarman juga meminta agar LPDB bisa memberikan kemudahan dan mempercepat proses pencarian pinjaman bagi koperasi yang telah memiliki catatan baik tersebut. "Kami yang telah dua kali meminjam dan mengembalikan dengan cepat, seharusnya bisa dipercepat juga pencarian untuk pinjaman berikutnya," kata dia.
Editor: Zen Teguh