Lahan Pertanian Luas, Indonesia Berpotensi Pulih Lebih Cepat dari Singapura

Suparjo Ramalan · Minggu, 09 Agustus 2020 - 20:01 WIB
Lahan Pertanian Luas, Indonesia Berpotensi Pulih Lebih Cepat dari Singapura

Negara-negara yang memiliki tanah luas, pertanian bagus dan penduduk banyak memiliki kesempatan bangkit lebih cepat dari pandemi Covid-19. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) Budiman Sudjatmiko menyebut, negara-negara yang memiliki tanah luas, pertanian bagus dan penduduk banyak memiliki kesempatan bangkit lebih cepat dari pandemi Covid-19. Asumsi itu didasarkan pasar pertanian dalam negeri yang lebih potensial. 

Sementara itu, negara negara-negara yang mengandalkan sektor jasa, manufaktur dan sektor lainnya yang tumbuh sebelum pandemi di perkotaan akan kesulitan untuk recovery pendapatan.

"Perdana Menteri Singapura, beliau mengatakan negara-negara yang memiliki tanah luas dan pertanian bagus punya penduduk banyak akan memiliki kesempatan untuk tumbuh, karena pasarnya bisa terbentuk. Sementara negara negara-negara sektor jasa, manufaktur dan lainnya bisa mengalami kesulitan, karena dengan pandemi semua hal yang dibangun di perkotaan bisa mengalami kelumpuhan," ujarnya, dalam Webinar, Jakarta, Minggu (9/8/2020). 

Sementara itu, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Andrinof Chaniago mengatakan, pemanfaatan lahan dengan banyak tanaman dapat memberikan manfaat secara ekonomi yang sangat besar. Dia mencontohkan, dari tanaman pepohonan masyarakat desa dapat memproduksi peralatan rumah rumah tangga dan peralatan kerja yang terbuat dari kayu kering atau bekas yang digunakan masyarakat kota.

"Lalu, lalu kita lihat kebutuhan rumah tangga atau peralatan kerja itu sebagian besar bisa dibuat dari material kayu bekas atau kayu yang tidak terpakai yang sekarang disubstitusi dengan plastik aluminium dan sebagainya, di pedesaan ini banyak sekali hanya saja kurang ada kreativitas," kata Andrinof.

Editor : Dani Dahwilani