Luhut Sebut AS Ingin Relokasi Industri Farmasi ke Indonesia

Aditya Pratama ยท Minggu, 10 Mei 2020 - 17:54 WIB
Luhut Sebut AS Ingin Relokasi Industri Farmasi ke Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dikabarkan ingin merelokasi industri farmasi dari China ke Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta agar semua keperluan farmasi segera direformasi menjadi lebih baik lagi. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, salah satu keinginan AS itu terjadi dikarenakan hubungan antara negeri Paman Sam dengan China yang sedang kurang baik belakangan ini. "Presiden minta bikin dalam negeri. Presiden bicara sama Presiden Trump, sekarang AS sama Indonesia karena mereka berantem sama China, mereka mau relokasi industrinya, saya diminta presiden bicara sama asisten Presiden Trump," ujar Luhut dalam acara Bincang Khusus bersama RRI, Minggu (10/5/2020).

Diketahui, saat pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia, bahan baku dari produk farmasi, seperti obat-obatan merupakan 90 persen produk impor. Adapun rinciannya 60 persen dari China dan 30 persen dari India.

Rencananya relokasi industri farmasi tersebut berlokasi di Jawa Tengah (Jateng). Pensiunan Jenderal TNI AD ini juga telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait hal tersebut.

"Sekarang ada 4.000 hektare itu di Jateng, itu mau dibikin special economic zone untuk pharmaceutical industry. Sekarang kita kerjain dan saya sudah bicara dengan Gubernur Jateng," kata dia.

Untuk pemenuhan alat kesehatan dalam negeri terkait penanganan Covid-19, Luhut menyebut hal itu sudah mulai menemui titik terang. Beberapa di antaranya terkait pembuatan alat pelindung diri (APD) hingga ventilator buatan anak bangsa.

"Sekarang industri-industri (APD) sekarang buatan dalam negeri sekarang sudah jalan produksi 1,5 juta per bulan," ucap Luhut.

Editor : Ranto Rajagukguk