Masuk Resesi, Ekonomi AS Minus 32,9 Persen pada Kuartal II 2020

Djairan ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 09:23 WIB
Masuk Resesi, Ekonomi AS Minus 32,9 Persen pada Kuartal II 2020

Ekonomi negara Amerika Serikat (AS) tumbuh minus 32,9 persen pada kuartal II 2020.

WASHINGTON, iNews.id - Departement Perdagangan Amerika Serikat (AS) melaporkan ekonomi negara adidaya tersebut minus 32,9 persen pada kuartal II 2020. Dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif selama dua kuartal, AS sudah masuk jurang resesi.

Pada kuartal I 2020, kontraksi Produk Domestik Bruto (PDB) AS minus 5 persen. Dikutip dari Bloomberg Jumat (31/7/2020), kondisi tersebut menjadi penurunan paling tajam untuk laju tahunan (year-on-year/yoy) dalam catatan triwulanan sejak tahun 1947. Sementara itu nilai konsumsi atau pengeluaran pribadi, yang menyumbang sekitar dua pertiga dari PDB AS, juga merosot 34,6 persen yoy.

Hal tersebut menjadi sorotan bagaimana pandemi Covid-19 telah merusak bisnis hampir di seluruh wilayah Negeri Paman Sam dan membuat jutaan orang di sana kehilangan pekerjaan. Angka-angka itu menunjukkan betapa parahnya dampak kebijakan lockdown yang dirancang untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Namun demikian, setidaknya mulai ada peningkatan pada produksi, lapangan kerja dan pengeluaran sejak pelonggaran perbatasan pada Mei lalu serta disertai stimulus besar-besaran pemerintah federal yang rencananya akan kembali diperluas.

"Kita sudah tahu bahwa aktivitas rebound kuat pada Mei-Juni, menjadi jalan kenaikan kuat dalam PDB pada kuartal ketiga nanti. Namun, dengan ancaman gelombang kedua kasus virus corona mulai membebani perekonomian, pemulihan berbentuk kurva V menjadi tidak mungkin," ujar ekonom senior AS di Capital Economics, Andrew Hunter.

Ancaman gelombang kedua pandemi corona, hasil dari lemahnya kinerja pemerintah AS untuk menahan virus menunjukkan ekonomi AS kemungkinan akan pulih lebih lambat dari perkiraan. Semakin lama pandemi berlangsung tanpa vaksin, output ekonomi akan tetap di bawah kondisi layaknya sebelum pandemi.

Editor : Ranto Rajagukguk