Menaker Ungkap Banyak Perusahaan Tak Lapor PHK Karyawan terkait Covid-19

Taufik Fajar ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 06:45:00 WIB
Menaker Ungkap Banyak Perusahaan Tak Lapor PHK Karyawan terkait Covid-19
Menaker Ida Fauziyah mengungkapkan jumlah PHK karyawan tidak berubah disebabkan banyak perusahaan tak melapor ke pemerintah. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.idKementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan terkait pandemi Covid-19 hingga 27 Mei 2020 sebanyak 1,7 juta orang. Angka ini tidak berubah disebabkan banyak perusahaan tidak melapor ke pemerintah.

"Sebenarnya naik turunnya jumlah PHK ini kecil karena banyak pekerja sudah kerja kembali dirumahkan. Lalu, PHK juga kan prosedur panjang, kebanyakan mereka dirumahkan angka PHK kecil. Kalau ada PHK ditemukan, banyak sekali perusahaan tidak lapor ke kita," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah di Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Kemudian, lanjut dia, ada pekerja yang di-PHK diselesaikan secara internal, seperti Grab, Gojek dan Lion Air. Maka itu tidak terdata Kemenaker. 

"Jadi data hanya segitu aja karena yang dirumahkan sudah bekerja kembali apalagi di zona hijau. Saya datang ke kawasan industri juga banyak yang operasi. Kita tinggal pastikan protokol kesehatannya agar tak ada Covid-19," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mencatat ada 6,4 juta karyawan dirumahkan akibat wabah Covid-19.

Jumlah tersebut melebihi data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang menyebut karyawan yang terkena PHK berkisar 2,9 juta orang pada Mei 2020.

Beberapa asosiasi industri sudah melaporkan data karyawan yang telah di-PHK dan dirumahkan. Antara lain, asosiasi tekstil 2,1 juta karyawan, pengusaha angkutan darat yang tergabung di Organda 1,4 juta karyawan, serta asosiasi alas kaki dan elektronik masing-masing 250.000 karyawan.


Editor : Dani Dahwilani