Menko Darmin Beberkan Fakta Penyebab Telur Ayam Mahal
JAKARTA, iNews.id - Harga telur ayam di pasaran selama sepekan ini terus mahal hingga mencapai Rp30.000 per kilogram (kg). Padahal, pada Lebaran harga telur sempat turun menjadi Rp25.000 dari Rp28.000 per kg saat Ramadan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, harga telur maupun daging ayam setiap Ramadan dan Lebaran memang naik. Hal ini, menurut dia karena peternak menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan dengan memanfatkan momen Lebaran
"Saya tidak bilang normal, naik kok normal. Saya mau mengatakan bahwa kelihatanya kalau ditanya peternak boleh dong sekali-kali kita untung, ya tapi kan ada yang rugi soal (masyarakat) itu," ujarnya di kantornya, Jakarta, Rabu (11/7/2018).
Ia menduga pemanfaatan keuntungan tersebut dibicarakan di level peternak dan perusahaan-perusahaan besar. Pasalnya, jika pasokan telur dan daging ayam tidak berkurang maka kenaikan harga tidak mungkin besar seperti sekarang.
"Sebetulnya ini kelihatanya ini dibicarakannya di tingkat petelur, di tingkat perusahaan besar yang membuat DOC (day old chicken)," kata dia.
Apalagi, lanjutnya, tahun ini pemerintah menetapkan hari libur Lebaran lebih lama dari biasanya yaitu 10 hari sejak 11-20 Juni 2018. Hal tersebut tentu membuat para pedagang pasar banyak yang memilih libur.
"Lebaran itu, tahun ini liburnya banyak berarti yang jualan tidak banyak, itu juga ada pengaruhnya," ucapnya.
Oleh karena itu, ia akan berbicara dengan beberapa perusahaan besar yang terkait agar tidak menetapkan harga telur seenaknya. Sebab, harga tersebut sudah di jauh dari bandero yang ditentukan pemerintah.
Harga telur ayam ini di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017, di mana banderol di tingkat produsen sebesar Rp18.000 per kg dan di tingkat konsumen Rp22.000 per kg.
"Kita harus bicara dengan perusahaan, dua atau tiga perusahaan terbesar itu supaya mereka tidak boleh menyetel supaya harganya naik," tuturnya.
Editor: Ranto Rajagukguk