Menperin Agus Gumiwang Cermati Dampak Virus Korona di Negara Tujuan Ekspor
JAKARTA, iNews.id - Industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang terdampak serius virus korona. Selain kesulitan bahan baku, industri itu kini dihadapkan pada tantangan permintaan di negara-negara tujuan ekspor yang terpapar virus korona.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, industri manufaktur menjadi fokus utama dari stimulus ekonomi jilid kedua.
"Bagaimana heavy (berat)-nya tekanan yang bisa membantu industri agar industri punya daya tahan dalam menghadapi perkembangan yang enggak menguntungkan bagi ekonomi dunia," katanya di Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Wabah virus korona yang berasal dari China kini terus menyebar ke negara-negara lain, terutama Korea Selatan, Italia, dan AS. Menperin menilai, dampak virus korona cukup besar bagi manufaktur.
“Kita harus cermati, seperti apa Amerika Serikat, Jerman, yang daya beli masyarakatnya besar, Uni Eropa seperti apa, itu harus kita cermati sebagai mitra ekonomi kita di bidang industri manufaktur,” tuturnya.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah merumuskan stimulus ekonomi, baik fiskal maupun nonfiskal untuk industri manufaktur. Paket kebijakan tersebut mulai dari relaksasi PPh pasal 21, 22, dan 25 hingga penangguhan bea masuk bahan baku.
Menperin berharap stimulus ekonomi tersebut siap dalam dua hari ke depan. Pasalnya, garis besar kebijakan sudah disepakati dan tinggal menyelesaikan detail teknisnya.
"Insyaallah dalam dua hari ke depan ini bisa diputuskan oleh pemerintah paket ekonomi yang baru ini," ucapnya.
Editor: Rahmat Fiansyah