Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri Bareng Titiek Soeharto Panen Raya Jagung di Bekasi, Kawal Program Prabowo
Advertisement . Scroll to see content

Mentan: Dalam Waktu Dekat Kita Ekspor Jagung

Jumat, 15 Februari 2019 - 12:08:00 WIB
Mentan: Dalam Waktu Dekat Kita Ekspor Jagung
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua dari kanan) saat melakukan panen raya di Desa Talun, Kecamatan Montong, Tuban, Jawa Timur. (Foto: Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan langsung panen jagung di berbagai daerah sentra produksi. Kali ini, Jumat (15/2/2019), Amran menyaksikan pasokan jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur sekaligus melalukan panen raya di Desa Talun, Kecamatan Montong.

"Tuban saat ini banjir jagung. Luas panennya 50.000 hektare. Total produksinya 400.000-500.000 ton. Artinya ada 1,5 juta ton. Ini baru Tuban produksi di bulan Februari. Sekarang jagung sudah tersedia di petani, bahkan dalam waktu dekat, kita ekspor jagung," kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/2/2019).

Lebih lanjut Amran menuturkan pada tahun 2018, Indonesia mengekspor jagung 380.000 ton. Pada tahun ini ekspor ditargetkan lebih tinggi lagi yakni 500.000 ton yang diproduksi dari daerah sentra seperti Gorontalo, Jawa Timur, NTB dan Sulsel.

"Untuk harga jagung saat ini bervariasi, tergantung wilayah, beberapa daerah di harga Rp3.500 per kilogram. Kami sudah dapat laporan, Sumatera sudah panen, Sulawesi, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga sudah panen," tuturnya.

Dengan melimpahnya produksi jagung saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong tercpitanya kestabilan pasokan dan harga jagung di tingkat petani hingga peternak dengan memangkas rantai distribusi agar menjadi lebih efisien. Selain itu, dilakukan transaksi jual-beli jagung petani yang dibeli oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) secara tunai sebanyak 100 ton.

"Kesepakatan ini, kami ingin sinergikan peternak dengan petani jagung. Yang di tengahnya ada Bulog. Pemerintah hadir, sehingga dua-duanya untung. Petani untung, peternak tersenyum, juga pengusahanya untung," ujar Amran.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda menegaskan program dan bantuan Kementan telah memberikan dampak besar terhadap kemajuan budi daya jagung di Tuban yakni sebagai penghasil jagung nomor satu di Provinsi Jawa Timur. Realisasi luas tanam jagung 2018 di Tuban mencapai 113.290 ha dari target hanya 109 ha, sehingga produksi jagung di Tuban saat ini sangat melimpah.

"Ini adalah keberhasilan luar biasa, berkat kunjungan Bapak Menteri Pertanian ke Tuban selama empat tahun berturut-turut dan perhatian dari Bapak Presiden Jokowi. Kita wajin bersyukur. Kita wajib pertahankan Tuban, sebagai nomor satu penghasil jagung," kata Fathul.

Pada kegiatan ini pun, Amran juga memberikan bantuan untuk peternak dan petani di Tuban meliputi alat pengering jagung (vertical dryer) kapasitas 10 ton/8 jam sebanyak 20 unit, traktor roda empat sebanyak 10 unit, traktor roda dua sebanyak 19 unit, cultivator lima unit, pompa air 31 unit, alat panen besar (combine harveater) lima unit dan benih jagung hibrida untuk lahan 20.000 ha.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut