Merek Indonesia Kompetitif di Pasar Global Topang Perekonomian saat Covid-19

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 06:16:00 WIB
Merek Indonesia Kompetitif di Pasar Global Topang Perekonomian saat Covid-19
Indonesia merupakan negara penghasil merek yang memiliki kekuatan dan kompetitif di pasar global topang perekonomian nasional di tengah Covid-19. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan Indonesia merupakan negara penghasil merek yang memiliki kekuatan dan kompetitif di pasar global. Mereka menopang perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Indonesia merupakan negara penghasil merek yang memiliki market power (kekuatan pasar) dan mampu bersaing secara global, baik di sektor industri besar maupun kecil. Mereka bersinergi menopang perekonomian Indonesia," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam webinar dilansir Kamis (25/6/2020).

Mendag menyebutkan beberapa produk, antara lain Mayora yang telah mengekspor ke 100 negara di dunia, Indofood menjangkau 80 negara, lalu PT Gajah Tunggal mendistribusikan produknya ke 80 negara, dan APRIL memiliki kantor penjualan penghubung pemasaran di berbagai negara.

Atas dasar itu, Mendag mendorong pelaku usaha mutlak harus memiliki ide dan kreativitas serta memanfaatkan peluang agar mampu bersaing dengan negara lain. "Pandemi ini dapat dijadikan momentum bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan industri besar sebagai peluang bersaing dengan negara lain," ungkap Mendag.

Mendag Agus memaparkan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap aktivitas ekonomi perdagangan global dan nasional. Di antaranya gangguan dari sisi permintaan/pasokan, terjadi pelarangan ekspor-impor beberapa komoditi pangan dan kesehatan, perubahan pusat rantai pasok global dari China, Amerika Serikat, serta Jerman.

Kemudian, terjadi peningkatan biaya logistik, di mana waktu pengiriman barang barang lebih lama, biaya logistik bertambah, serta prosedur pengiriman mengikuti protokol kesehatan. "Kerja sama perdagangan juga tidak berjalan efektif selama pandemi Covid-19. Terakhir, muncul ancaman resesi global," kata Mendag.

Untuk itu, Mendag mendorong agar konsumsi domestik tetap terjaga dan memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Di mana produk impor sudah lebih dahulu penetrasi pasar daring dengan membidik anak muda dan masyarakat umum, dengan menumbuhkan kerelaan konsumen terhadap pembelian produk lokal yang sudah berkualitas global.

Editor : Dani M Dahwilani