Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Mulai Rancang APBN 2024, Ini Sejumlah Tantangan yang Diantisipasi Pemerintah

Senin, 20 Februari 2023 - 18:06:00 WIB
Mulai Rancang APBN 2024, Ini Sejumlah Tantangan yang Diantisipasi Pemerintah
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai Sidang Kabinet Terbatas, Senin (20/2/2023). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dalam sidang kabinet terbatas hari ini, Senin (20/2/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk penyusunan APBN 2024. Nantinya, dari pembahasan awal ini akan dimatangkan untuk penyusunan APBN.

"Kita akan memulai dengan pembahasan sangat awal mengenai bagaimana arah kebijakan makro ekonomi dan kebijakan fiskal untuk tahun depan, yang nantinya semakin dimatangkan di dalam proses penyusunan APBN Kita dan juga akan dipresentasikan dan dikonsultasikan dengan DPR," ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Senin (20/2/2023). 

Dalam pembahasan hari ini, pemerintah membahas mengenai lingkungan global yang berubah secara sangat luar biasa. Untuk tahun 2023 maupun 2024, tantangan yang terjadi pada hari ini, seperti terjadinya tekanan geopolitik yang meningkat, inflasi dunia yang sangat tinggi yang menyebabkan kenaikan suku bunga global, dan munculnya atau dibukanya kembali China setelah lockdown

"Ini menimbulkan berbagai macam kemungkinan dan juga beberapa tantangan yang harus kita antisipasi. Untuk tahun depan, momentum perekonomian Indonesia yang saat ini cukup kuat akan terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik pada tahun 2022 yaitu pertumbuhan di 5,3 persen, momentumnya masih bisa tetap terjaga untuk tahun 2023 dan 2024," kata dia.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga untuk tetap bisa tumbuh di atas 5 persen, maka inflasi di Indonesia juga harus dikendalikan. Selain itu, keyakinan dari konsumen harus dijaga, dan juga investasi dan momentumnya akan terus diperkuat. 

"Kita perlu mengantisipasi kondisi global, yaitu dalam bentuk ekspor yang barangkali mengalami disrupsi karena geopolitik, dan harga komoditas yang mungkin dalam hal ini ketidakpastiannya meningkat karena terjadinya persaingan politik antara negara-negara besar," ucap Sri Mulyani.

Pemerintah memperkirakan pada tahun depan anggaran akan dijaga. Di satu sisi, pendapatan negara akan tetap tumbuh dengan tax ratio yang terus meningkat dan belanja negara yang akan dijaga secara disiplin namun dengan prioritas sesuai dengan agenda nasional.

"Dan untuk tahun depan awal, kita perkirakan defisit akan makin menurun pada level 2,16-2,64 persen dari PDB, dengan primary balance mendekati 0," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut