Nicke Widyawati Dianggap Layak Duduki Kursi Dirut Pertamina
JAKARTA, iNews.id - Nicke Widyawati dianggap memiliki latar belakang yang mumpuni untuk menyandang gelar Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Sebab, wanita yang satu ini memiliki sepak terjang yang cukup baik di bidang energi.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi mengaku sangat mendukung saat pemerintah mengangkat Nicke menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamia. "Saya kira Bu Nicke itu cukup pantas untuk menjadi Dirut Pertamina," ucapnya dalam acara Perspektif Indonesia Smart FM di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).
Nicke sebelumnya ditunjuk menjadi Ketua Tim Implementasi Holding BUMN Migas untuk merampungkan holding migas yang berlarut-larut. Padahal, Nicke baru bergabung dengan Pertamina pada November 2017 sebagai Direktur SDM Pertamina.
"Bu Nicke kan baru beberapa bulan, ternyata dia sudah mampu menyelesaikan hingga melakukan integrasi dari holding tadi, itu sudah selesai dia. Itu yang bisa dilakukan Bu Nicke sehingga dia pantas menjadi Dirut," ujarnya.
Berhubung keputusan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), membuktikan bahwa para pemegang saham Pertamina merestui dan memercayai ia menjadi Dirut. Namun, karena untuk menjabat posisi tertinggi di Pertamina harus seizin Presiden, maka ia ditunjuk sebagai Plt Dirut.
"Tinggal selangkah lagi bagi Nicke untuk menjadi Direktur Utama Pertamina," kata dia.
Selain itu, Nicke juga punya pengalaman sebagai eksekutif andal baik di perusahaan swasta maupun di BUMN termasuk di PLN. Pengalaman itu, menurut dia, akan sangat mendukung Nicke dalam menahkodai Pertamina.
Dengan prioritas pekerjaan tersebut, Nicke Widyawati selaki Direktur SDM, yang merangkap sebagai Direktur Logistik, Suplai Chain dan Infrastruktur, serta Ketua Tim Implementasi Holding Migas, yang paling pas dan pantas diangkat sebagai Dirut Pertamina.
Ia melanjutkan, pengganti Dirut Pertamina sebaiknya dari internal bukan dari ekstemal. Pertimbangannya, Dirut Pertamina itu langsung bisa berpacu dalam menjalankan tugas sebagai Dirut Pertamina sehingga tidak perlu membutuhkan waktu lagi untuk belajar.
"Pertama pada waktu diangkat saya termasuk yang mendukung karena dia mempunyai background yqng mendukung," tuturnya.
Pertimbangan lain adalah menjaga keberlanjutan prioritas pekerjaan yang harus segera diselesaikan, antara lain, menjaga kecukupan pasokan Premium agar tidak teijadi lagi kelangkaan, menuntaskan Holding Migas, dan menyelesaikan pembangunan kilang minyak.
Editor: Ranto Rajagukguk