Pedagang Protes Harga Daging Sapi Naik, Kementan: Stok Aman Sampai Lebaran

Ferdi Rantung ยท Kamis, 21 Januari 2021 - 11:38:00 WIB
Pedagang Protes Harga Daging Sapi Naik, Kementan: Stok Aman Sampai Lebaran
Kementerian Pertanian memastikan stok daging sapi cukup aman sampai Lebaran 2021. (Foto: Oke

JAKARTA, iNews.id - Harga daging sapi di pasar saat ini mencapai Rp130.000 per kg dari semula Rp110.000-Rp120.000 per kg. Kenaikan harga mulai dari distributor dinilai membuat pedagang kesulitan menjual di tengah lemahnya daya beli masyarakat.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah mengatakan, stok daging sapi pada Januari 2021 mencapai 28.790 ton dengan kebutuhan 56.720 ton. Defisit itu sudah ditutupi dari sisa stok daging sapi dan kerbau impor tahun lalu (carry over) 21.980 ton.

"Jumlah stok sapi bakalan di kandang per 14 Januari sebanyak 144.279 ekor atau setara daging 32.330 ton. Ditambah, pada bulan Februari 2021 nanti direncanakan akan dimulai pengapalan sapi dari sumber negara lain yaitu Meksiko untuk menambah stok sapi bakalan di Indonesia," kata Nasrullah, Kamis (21/1/20210).

Soal kenaikan harga, kata dia, hal itu sepenuhnya wewenang Kementerian Perdagangan. Dia mengatakan, instansi yang dipimpin Muhammad Lutfi itu sudah berkomunikasi dengan pelaku usaha penggemukan sapi (feedloter).

"Kementan (Ditjen PKH) juga sudah mengecek ketersediaan di lapangan dan relatif cukup aman sampai dengan kebutuhan Lebaran 2021," ujarnya.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa menyebut stok daging sapi dan kerbau hingga akhir tahun mencukupi. Hal itu berdasarkan asumsi kebutuhan daging pada 2021 yang sebanyak 696.956 ton.

Dia menghitung produksi daging di dalam negeri sebesar 425.978 ton plus sisa stok daging tahun lalu 47.836 ton. Dengan total stok 473.814 ton, maka ada defisit daging sapi sebanyak 223.14 ton yang akan ditutup lewat impor.

"Stok di akhir tahun 2021 diperkirakan sebesar 58.725 ton yang diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan bulan Januari 2022," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah