Pencabutan Larangan Tangkap Benih Lobster Dinilai Bantu Kehidupan Nelayan

Felldy Utama ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 22:25 WIB
Pencabutan Larangan Tangkap Benih Lobster Dinilai Bantu Kehidupan Nelayan

Nelayan Aceh menunjukkan lobster hasil panennya. Pencabutan larangan ekspor benih lobster oleh Kementerian KKP dinilai menguntungkan nelayan. (Foto: Antara/Ampelsa).

JAKARTA, iNews.id – Pencabutan larangan penangkapan benih lobster oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diapresiasi banyak pihak. Kebijakan ini dinilai dapat membantu nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan meyakini, langkah Menteri KKP Edhy Prabowo berdampak positif bagi nelayan. Mereka memiliki sumber penghasilan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan.

"Yang diperlukan pengaturan, bukan main larang, bisa enggak maju-maju Indonesia. Sama halnya dengan cantrang, berapa banyak industri dan penghidupan nelayan mati akibat pelarangan," kata Daniel, Selasa (30/6/2020).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini memandang, diperbolehkannya kembali budi daya benih lobster juga dapat memberikan pemasukan bagi negara. Apalagi sepengetahuannya, bila tidak ditangkap, mayoritas benih lobster juga akan mati.

Daniel menilai, kebijakan pelarangan benih lobster sebelumnya justru mematikan sumber penghasilan nelayan. Padahal, bila dikelola baik, komoditas tersebut dapat menjadi keunggulan nasional.

“Sekali lagi, yang dibutuhkan pengaturan, bukan sekadar melarang,” ucapnya.

Kebijakan pencabutan larangan penangkapan benih lobster tertuang dalam Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp) dan Rajungan (Portunus spp) Meski dicabut, bagi pihak-pihak yang ingin mengekspor benih lobster wajib memenuhi syarat tertentu.

Editor : Zen Teguh