Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Pastikan APBN Tak Jebol meski Tanggung Utang Whoosh
Advertisement . Scroll to see content

Pengamat Fiskal: Penerimaan Negara di APBN 2020 Diprediksi Hanya Rp1.650 Triliun

Sabtu, 02 Mei 2020 - 17:03:00 WIB
Pengamat Fiskal: Penerimaan Negara di APBN 2020 Diprediksi Hanya Rp1.650 Triliun
Penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diprediksi mengalami penurunan tahun ini. (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diprediksi mengalami penurunan tahun ini. Hal ini seiring adanya pandemi virus corona (Covid-19) yang turut mengganggu pendapatan negara.

Pengamat Fiskal Awalil Rizky menyampaikan, anggaran belanja tahun ini terpaksa naik karena pandemi Covid-19. Walaupun pemerintah mengupayakan adanya penghematan, namun angka belanja secara total naik dan defisit melebar.

"Outlook pemerintah anggap defisitnya Rp853 triliun, dari sebelumnya Rp307 triliun. Sayangnya APBN 2020 sudah merupakan target kenaikan pendapatannya tidak realistis, terlalu besar. Ditargetkan sampai 14,10 persen sementara ketika ini malah merosot 10,03 persen," ujar Awalil dalam forum diskusi daring "Ekonomi, Bisnis dan Fiskal Saat Ini", Sabtu (2/5/2020).

Menurut Awalil, target penerimaan negara yang dirancang pemerintah sebesar Rp1.760 triliun pada tahun ini sulit tercapai dan diperkirakan hanya tercapai di angka Rp1.650 triliun.

"Itu sudah perkiraan saya yang buruk. kita harus mengira pemerintah cuma punya pendapatan Rp1.650 triliun. Kenapa begitu? Ya karena pajak, pemerintah belum potong PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan hanya beri beberapa stimulus pajak yang nilainya sekitar Rp2 triliun," kata dia.

Dengan skenario tersebut, diperkirakan penerimaan pajak sebesar Rp1.400-1.462 triliun. Sementara jika PPN juga dibebaskan pemerintah, pendapatan pajak hanya sebesar Rp1.150 triliun.

"Jadi PPN nyaris tidak mungkin, kita bungkus Rp1.400 triliun. PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) jelas turun, sebelumnya diperkirakan Rp160,4 triliun lalu di outlook pemerintah turunkan jadi Rp82,2 triliun dengan asumsi harga minyak 30 dolar AS," ucap Awalil.

"Penurunan perpajakkan, penurunan migas, akibatnya defisit yang tadi Rp850 triliun itu jadi Rp950 triliun. Pemerintah menurut dugaan saya itu akan mengalami defisit Rp950 triliun pada 2020, jadi sudah hampir 2,5 kali lipat lebih," ujar dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut