Perdana Menteri Suga: Jepang Akan Bebas Emisi Karbon pada 2050
TOKYO, iNews.id - Jepang akan mencapai status bebas emisi karbon pada 2050. Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga menggembar-gemborkan wacana untuk mengatasi darurat iklim oleh negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.
"Kami perlu mengubah pemikiran kami, mengambil tindakan tegas terhadap perubahan iklim akan menyebabkan perubahan dalam struktur industri dan ekonomi yang akan menghasilkan pertumbuhan. Saya menyatakan kami siap untuk mewujudkan masyarakat dekarbonisasi," ujar Suga dalam pidato kebijakan pertamanya, dikutip dari The Guardian Senin (26/10/2020).
Komitmen itu membawa Jepang sejalan dengan Uni Eropa (UE) yang menetapkan target serupa tahun lalu, sementara China baru-baru ini mengumumkan akan bebas karbon pada 2060. Namun, keraguan masih ada mengingat ketergantungan Jepang yang besar pada batu bara dan bahan bakar fosil lainnya.
Beri Penghormatan Pahlawan Indonesia, PM Jepang Suga Kunjungi TMP Kalibata
Publik juga menolak untuk meningkatkan sumber nuklir dari campuran energi. Hampir 10 tahun setelah tiga kali kehancuran di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi. Sebelumnya pada 2018, Jepang berencana menggunakan 22-24 persen dari energi terbarukan, 20-22 persen dari tenaga nuklir, dan 56 persen dari bahan bakar fosil.
Suga, yang menggantikan Shinzo Abe pada pertengahan September, belum memerinci tentang bagaimana Jepang akan mengurangi emisi karbon hingga nol. Namun, dia mengatakan akan mempromosikan energi terbarukan dan memprioritaskan keselamatan karena ingin menaruh perhatian besar terhadap nuklir.
Suga mengatakan, akan mempercepat penelitian dan pengembangan pada teknologi utama seperti baterai surya generasi terbaru dan daur ulang karbon. “Saya berjanji untuk secara mendasar mengubah ketergantungan jangka panjang Jepang pada energi berbahan bakar batu bara," kata dia.
Editor: Ranto Rajagukguk