Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Investasi Rp4,6 Triliun ke Raksasa Migas AS, Danantara Dapat Satu Kursi Direksi
Advertisement . Scroll to see content

Peringkat EoDB Naik, Indef: Investor Masih Mengeluh Memulai Usaha

Kamis, 02 November 2017 - 18:32:00 WIB
Peringkat EoDB Naik, Indef: Investor Masih Mengeluh Memulai Usaha
Meski peringkat EoDB Indonesia naik, pengusaha masih mengeluh memulai berbisnis (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Dunia mengumumkan laporan terbaru peringkat negara-negara yang memiliki kemudahan usaha atau Ease of Doing Buisness (EoDB) 2018. Dalam daftar 190 negara yang dilaporkan, Indonesia menempati peringkat ke-72.

Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai, peringkat yang naik ini harus disesuaikan dengan perkembangan ekonomi riil, karena kenyataannya masih ada keluhan investor yang mengaku kesulitan dalam memulai bisnisnya di dalam negeri.

Menurut dia, Indonesia masih lemah dalam sektor memulai usaha dan registrasi paten. Misalnya saja, terkait prosedur membayar pajak, peringkat Indonesia masih berada di atas 100 dari 190 negara. Di samping itu prosedur pembayaran pajak saat ini juga sangat memakan waktu sehingga berimbas pada peringkat kemudahan berbisnis.

“Prosedur pembayaran pajak memakan waktu 207 jam per tahun. Ini cukup lama,” kata Bhima di Jakarta, Senin (2/11/2017).

Meski begitu, ada indikator dalam EoDB yang cukup positif dicapai seperti prosedur mendapatkan jaringan dan membayar listrik yang lebih mudah, dan penyelesaian sengketa secara hukum yang makin baik.

Bhima mengakui, kenaikan peringkat EoDB memang akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan investasi. Namun, hal itu masih bersifat jangka pendek dan investasi yang masuk bukan dengan modal jumbo.

“Investasi mungkin dalam jangka pendek investasi di sektor portfolio yang akan cukup positif. Tapi untuk investasi asing sangat rendah,” tutur Bhima.

Dia memproyeksikan, pertumbuhan investasi dirasakan di tahun 2018 hingga 2019. Pertumbuhan itu juga dikontribusi dari Pilkada serentak di tahun depan dan Pilpres yang akan berlangsung di 2019

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut