Pertumbuhan Laba Industri China Melambat Tahun Ini
BEIJING, iNews.id - Perusahaan industri besar China melaporkan pertumbuhan laba yang lebih lambat dalam 11 bulan pertama.
Mengutip Xinhua, Kamis (28/12/2017), Badan Pusat Statistik China mengatakan, bisnis dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 juta yuan atau setara 3 juta dolar AS melaporkan keuntungan agregat sebesar 6,88 triliun yuan dalam 11 bulan pertama, meningkat 21,9 persen dari satu tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menandai adanya sedikit perlambatan dari 23,3 persen pada periode Januari-Oktober. Pada bulan November saja, laba hanya naik sebesar 14,9 persen, turun dari 25,1 persen daru bulan sebelumnya dan menjadi laju terlemah sejak April.
Gabungan pendapatan dari bisnis utama naik 11,4 persen dalam 11 bulan pertama mengalami penurunan dari 12,4 persen di bulan Oktober.
Ahli statistik NBS He Ping mengatakan, perlambatan pertumbuhan harga memangkas laba perusahaan. "Perhitungan utama menunjukkan perubahan harga mengurangi keuntungan sebesar 94,4 miliar yuan bulan ke bulan, menyeret penurunan laba sebesar 13,8 poin persentase," katanya.
Dia menekankan, kinerja bisnis terus membaik, dengan alasan penurunan biaya, tingkat perputaran modal lebih cepat dan pengaruh leverage perusahaan yang lebih rendah.
Marjin keuntungan industri naik menjadi 6,36 persen, atau tumbuh 0,54 persen secara year on year (yoy). Rasio utang-aset, yang mengukur beban utang bisnis, turun menjadi 55,8 persen pada akhir November dari 56,3 persen tahun lalu, karena upaya pemerintah untuk meredakan risiko keuangan.
Dia mengatakan, manufaktur berteknologi tinggi tetap kuat karena pertumbuhan pendapatan dan marjin keuntungan jauh di atas rata-rata industri.
Dalam rincian 41 industri yang disurvei, 39 membukukan kenaikan laba selama 11 bulan pertama, dan hanya 2 yang mencatat penyusutan keuntungan.
Industri batubara, logam besi, bahan kimia, minyak dan gas bumi menyumbang 52,8 persen terhadap total kenaikan laba.
Editor: Ranto Rajagukguk