Perusahaan Lamban Investasi, BKPM Akan Cabut Fasilitas Tax Holiday

Rina Anggraeni ยท Senin, 25 Januari 2021 - 22:30:00 WIB
Perusahaan Lamban Investasi, BKPM Akan Cabut Fasilitas Tax Holiday
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memperketat pemberian insentif libur pajak (tax holiday). Bagi perusahaan yang lamban merealisasikan investasi, maka insentif bakal dicabut.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 130/2020 yang menjadi basis tax holiday sudah mengatur bahwa perusahaan yang memperoleh insentif wajib berinvestasi paling lambat satu tahun setealh diterbitkannya keputusan tax holiday.

"Ada wacana untuk membuat satu aturan bahwa dalam tenggang waktu tax holiday yang dikasih, jika belum terealisasi (investasinya) itu (insentif) dicabut," katanya di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Dia mengungkapkan banyak perusahaan yang hingga kini tak merealisasikan komitmen investasi. Jika berlarut-larut, maka insentif tersebut akan merugikan Indonesia.

"Sebelumnya itu kan ada di Kemenkeu dan sekitar Rp1.000 triliun lebih total investasi yang sudah mendapatkan tax holiday, tetapi investasi tersebut banyak belum yang jalan," kata Bahlil.

Sepanjang tahun lalu, realisasi investasi mencapai Rp826,3 triliun atau 101,1% dari target Rp817,2 triliun. Rinciannya, investasi PMDN Rp413,5 triliun (50,1 persen), sedangkan PMA sebesar Rp412,8 triliun (49,9 persen).

Editor : Rahmat Fiansyah