Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri Tanam Raya Jagung di Sumsel, Tuntaskan Target Swasembada Pangan Presiden
Advertisement . Scroll to see content

Petani Jagung di Kalsel Senang Panen Raya di Tengah Harga Tinggi

Sabtu, 02 Februari 2019 - 19:01:00 WIB
Petani Jagung di Kalsel Senang Panen Raya di Tengah Harga Tinggi
Petani di Desa Tajau Pecah, Tanah Laut, Kalimantan Selatan tengah panen raya. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

TANAH LAUT, iNews.id - Sejumlah provinsi di Indonesia sedang panen jagung. Salah satunya di Desa Tajau Pecah, Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Para petani mengaku senang karena panen raya kali ini terjadi di tengah harga jagung yang tinggi. Dengan kadar air 28-30 persen jagung di desa ini dibeli oleh pengepul seharga Rp3.500 untuk selanjutny, dijual ke perusahaan pakan ternak. Harga tersebut di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.250 dan Break Event Point (BEP) petani Rp2.000.

Salah satu petani jagung, Thomas senang dengan harga yang ditawarkan pengepul. Angka itu bisa meningkat menjadi Rp5.300-5.500 jika kadar airnya 16-17 persen. Thomas yang juga Ketua Kelompok Tani (Poktan) Rukun Karya, kelompoknya memiliki lahan jagung 120 hektare (ha) dengan produktivitas sekitar 8 ton per ha.

“Sekali panen saya terima bersih sekitar Rp7 juta. Saya punya lahan 6 ha. Setahun tanam dua kali. Siapa saja yang membutuhkan jagung, bisa datang ke lahan saya," kata Thomas, Sabtu (2/2/2019).

Meski harga saat ini sedang bagus, Thomas berharap Kementerian Pertanian tetap membantu petani dengan memberikan alat, terutama mesin pengering jagung. Mesin ini penting untuk menurunkan kadar air.

"Disini belum ada dryer, makanya kami masih kesulitan menekan kadar air hasil panen sampai 16-17 persen. Padahal di desa ini ada luasan panen 1.200 ha," ujar Thomas.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultra, dan Perkebunan Tanah Laut, Ahmad Mustadi mengatakan, perkiraan luas panen jagung di Tanah Laut pada minggu keempat Januari sekitar 331 ha dengan produksi 2.015 ton pipilan kering (PK).

Pada Februari, petani jagung mulai panen raya seluas 2.441 ha dan produksi 14.646 ton PK dan Maret 2019 sekitar 8.507 dengan produksi 55.295 ton PK. 

"Bahkan April 2019 masih ada dengan luas sekitar 3 ribuan dan produksi 18 ribu ton PK," ucap dia.

Menurut Ahmad pemerintah pusat sudah memberikan beragam bantuan kepada kelompoktani mulai dari  benih, pupuk, herbisida, dan lain-lain.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut