Pintu Masuk Kedatangan Internasional Diperluas, Kapal Pesiar dan Yatch Boleh Masuk di Bali dan Riau

azhfar muhammad ยท Selasa, 18 Januari 2022 - 08:37:00 WIB
 Pintu Masuk Kedatangan Internasional Diperluas, Kapal Pesiar dan Yatch Boleh Masuk di Bali dan Riau
Ilustrasi kapal pesiar. (Foto: ilustrasi/Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memutuskan memperluas pintu masuk kedatangan internasional, di tengah peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di tanah air.   

Tak hanya menambah pintu masuk kedatangan internasional melalui bandar udara (bandara), pemerintah juga membuka pintu masuk melalui laut bagi kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yatch). 

Ketentuan itu diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2022 (Inmendagri No.3/2022) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.
 
"Untuk pintu masuk laut di provinsi Bali dan Provinsi Kepulauan Riau, pelaku perjalanan internasional dapat menggunakan kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yacht)," bunyi ketentuan dalam Inmedagri No.3/2022 yang dikutip MNC Portal Indonesia, Selasa (18/1/2022). 

Inmendagri No.3/2022 juga menyebutkan pemerintah membuka enam pintu masuk kedatangan internasional melalui udara, yaitu : 

1. Bandara Soekarno Hatta di Tangerang Provinsi Banten
2. Bandara Juanda di Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
3. Bandara Ngurah Rai di Denpasar Provinsi Bali
4. Bandara Hang Nadim di Batam Provinsi Kepulauan Riau
5. Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau
6. Bandara Sam Ratulangi di Manado Provinsi Sulawesi Utara

Sebelumnya, pintu masuk kedatangan internasional melalui udara hanya terbuka di tiga tempat, yakni Bandara Soekarno Hatta Jakarta Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Ngurah Rai Bali. 

Terkait regulasi dan pengaturan teknis terkait pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada dua lokasi pintu masuk tersebut  pada masa transisi akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Perhubungan/ Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Kementerian/ Lembaga terkait.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: