Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PLN dan TNI AL Jalin Kolaborasi, Perkuat Pertahanan Laut Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Premium Penugasan Langka di Banjarmasin

Sabtu, 10 Maret 2018 - 20:10:00 WIB
Premium Penugasan Langka di Banjarmasin
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

BANJARMASIN, iNews.id - Pelayanan dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) Solar bersubsidi dan Premium penugasan pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Selatan diduga belum normal.

Berdsasarkan pantauan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan , Sabtu (10/3/2018), belum normalnya pelayanan dan pasokan solar bersubsidi di provinsi yang terdiri atas 13 Kabupaten/Kota tersebut sejak berbulan-bulan lalu hingga kini.

Sampai saat ini antrean pengisian pasokan Solar bersubsidi masih terlihat panjang oleh truk atau mobil di beberapa SPBU, baik yang bekerja sama dengan Pertamina maupun pengelolaan swasta murni.

Sebagai contoh antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di SPBU Jalan A Yani km26 Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Selain itu, pada SPBU milik swasta di Jalan Trikora (tidak jauh dari Masjid Agung Al Munawarah) Banjarbaru juga terjadi antrean panjang untuk mendapatkan Solar, sehingga deretan mobil sampai ke tepi jalan.

Namun, deretan truk dan mobil yang mengantre itu tidak mengganggu kelancaran lalu lintas, karena selain jalan agak lebar, kepadatan arus lalu lintas kurang sepadat di Jalan A Yani.

Salah seorang sopir taksi angkutan umum jurusan Banjarmasin-Gambut Kabupaten Banjar (Jalan A Yani Km14) menuturkan, terpaksa ke sana ke mari mencari SPBU yang ada persediaan Premiumnya.

"Di luaran atau pedagang kaki lima (PKL) memang ada jualan bensin (premium), tetapi harga sedikit naik dari SPBU. Sedangkan kami hasil menaksi tidak seberapa," tutur sopir tersebut.

Sementara ketika dimintai keterangan, di antara operator dari beberapa SPBU tersebut membenarkan ketidaknormalan pasokan BBM bersubsidi jenis Premium dan Solar, sehingga pelayanan juga tak optimal.

"Tetapi kekurangnormalan pasokan atau pelanayanan BBM pada SPBU tampaknya hanya karena keterlambatan pengiriman atau kedatangan kapal," tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut