Presiden Duterte Janjikan Uang Tunai ke Warga Manila jika Pindah ke Desa

Djairan ยท Senin, 01 Juni 2020 - 10:03 WIB
Presiden Duterte Janjikan Uang Tunai ke Warga Manila jika Pindah ke Desa

Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Pandemi Covid-19 memberi Presiden Filipina Rodrigo Duterte alasan untuk mengurangi kepadatan penduduk di Ibu Kota Manila. Rakyat di sana ditawarkan uang tunai hingga barang-barang agar mau pindah ke pedesaan.

Program itu disebut “Back to the Province”. Hal itu seiring dalam beberapa dekade terakhir Manila telah membengkak menjadi salah satu daerah yang paling padat penduduknya di dunia. Alasan ekonomi dan pola mobilitas tenaga kerja juga menjadi faktor utama padatnya warga di Ibu Kota.

Dikutip dari Bloomberg Senin (1/6/2020), program itu dirancang untuk membantu orang-orang seperti Joel Gortina, seorang tukang listrik berusia 38 tahun yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19. Dia ingin kembali ke provinsi Cebu setelah 15 tahun belajar dan bekerja di Manila.

“Ekonomi kami memang benar-benar telah dilanda krisis. Saya sudah tidak punya pekerjaan lagi di Manila, saya juga tidak punya uang lagi. Bahkan saya diusir dari rumah kos,” ujar Gortina yang hingga saat ini memilih tinggal di bawah jalan layang.

Pandemi Covid-19 telah menghantam kondisi perekonomian Filipina, hingga mengalami kontraksi terdalam dalam tiga dekade terakhir dan jumlah pengangguran mencapai angka dua digit. "Manila telah mencapai puncak kapasitasnya," kata Marcelino Escalada, Kepala program “Back to the Province”.

Hingga 24 April, menurut Departemen Tenaga Kerja setempat, lebih dari 2 juta pekerjaan telah hilang di Filipina, sekitar sepertiga jumlah tersebut berada di Manila. Wilayah Ibu Kota yang padat itu adalah rumah bagi lebih dari 13 juta orang, dan menyumbang sekitar dua pertiga dari kasus positif virus corona di negara itu.    

Editor : Ranto Rajagukguk