Presiden Jokowi Tak Mau Ibu Kota Baru Jadi Kota Mahal dan Sepi Penduduk

Rahmat Fiansyah ยท Senin, 16 Desember 2019 - 19:35 WIB
Presiden Jokowi Tak Mau Ibu Kota Baru Jadi Kota Mahal dan Sepi Penduduk

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (kedua kanan) memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/12/2019). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemindahan ibu kota negara disiapkan secara matang. Dia ingin ibu kota baru menandai transformasi ekonomi.

Presiden meminta agar jajaran di bawahnya belajar dari pengalaman negara-negara lain yang memindahkan ibu kota negara. Jangan sampai, kata dia, ibu kota baru menjadi kota yang mahal.

"Ini jangan (jadi kota mahal), kemudian sepi enggak, jangan (sampai sepi), kemudian yang menghuni hanya pegawai pemerintah, ini juga tidak, atau plus diplomat juga tidak," ujar Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Mantan wali kota Solo itu menilai, perlu ada transformasi besar-besaran terkait dengan pemindahan ibu kota. Pindah ibu kota dinilainya bukan hanya pindah lokasi.

"Tapi juga pindah cara kerja, pindah budaya kerja, pindah sistem kerja, dan juga ada perpindahan basis ekonomi, sehingga saya sampaikan kemarin juga bahwa sebelum kita pindah, sistemnya terinstal dengan baik," ucap dia.

Oleh karena itu, kara Presiden, pemindahan ibu kota dari awal dirancang untuk transformasi berbagai hal mulai produktivitas hingga talenta-talenta nasional.

"Itu saya kira tujuan utama kita. Sekali lagi bukan semata-mata memindahkan istana atau memindahkan gedung-gedung perkantoran pemerintah, bukan, bukan itu," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah