Pro-Kontra Transportasi Online, Kemenhub Studi Banding ke Thailand
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melakukan studi banding ke Thailand dalam rangka meninjau sistem serta regulasi transportasi berbasis dalam jaringan (daring/online). Akan ada satu tim yang akan diberangkatkan, yang terdiri dari unsur pemerintah hingga Asosiasi Driver Online (ADO).
"Pak menteri (Menhub) sampaikan ke saya salah satunya adalah Thailand. Hanya satu tim dari kita, pakar, saya juga akan libatkan aliansi yang kemarin mewakili pengemudi itu saya ajak juga biar tahu. Jangan dari pemerintah saja, dari mereka juga harus tahu," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, ditemui di Mandarin Hotel, Jakarta, Selasa (10/4/2018).
Budi Setiyadi mengakui, kegiatan transportasi online di Thailand memang belum sempurna dan masih terus dianalis untuk dibentuk aturan terbaik. Namun, pihaknya akan mereplikasi aturan dari Thailand yang kemudian disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
"Saya sudah siapkan tim bahkan juga pakar untuk melihat beberapa aspek yang disiapkan Thailand yang menurut kita walaupun progresnya belum 100 persen tapi saya akan mencontoh mereka. Misal dalam aspek regulasi seperti apa," ujarnya.
Delegasi yang ditugaskan untuk studi banding akan diberangkatkan pekan depan. Kini, Kementerian Perhubungan hanya perlu menanti restu dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetnag).
"Mudah-mudahan minggu depan. Saya lagi mengurus surat-surat ke mensetneg, nanti setelah suratnya keluar baru saya berangkatkan," katanya.
Dia menambahkan, selain studi banding, pihaknya juga menganalisis sistem dan regulasi transportasi online di negara-negara berkembang dan maju lainnya. Dengan begitu, pihaknya bisa menyiapkan regulasi yang merepresentasi kondisi transportasi online Tanah Air.
“Kalau studi banding on the spot kita langsung dengan Thailand, tetapi untuk beberapa yang melakukan me-manage, kemudian me-maintenance, kemudian pelaksanaan taksi online yang sedemikian bagus, seperti di Inggris tadi bagus juga," tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah juga hendak menelaah konsep perusahaan penyedia layanan jasa transportasi online di Thailand. Hal ini menyusul rencana Kemenhub yang ingin mendorong aplikator beralih ke perusahaan transportasi.
"Ini juga termasuk seperti apa saya lihat. Karena kemarin kita sudah rapat dengan pak menteri mengundang dua aplikator itu, dan kemudian sudah menyampaikan kurang lebihnya dan juga mengajak mereka untuk ke perusahaan transportasi," katanya.
Editor: Ranto Rajagukguk