Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Basuki Bocorkan Sosok Penerusnya di PUPR, Siapa Dia?
Advertisement . Scroll to see content

Program Satu Juta Rumah, Menteri PUPR Resmikan Rusunawa UGM

Minggu, 18 Februari 2018 - 14:04:00 WIB
Program Satu Juta Rumah, Menteri PUPR Resmikan Rusunawa UGM
Rusunawa UGM Sendowo (Foto: Humas Kementerian PUPR)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Guna mewujudkan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun beberapa rumah susun sewa (rusunawa). Salah satunya rusunawa Universitas Gajah Mada (UGM) di Kabupaten Sleman dan Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah selesai diresmikan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

"Dengan ucapan bismillahirrohmanirrohim secara resmi rusun ini kita manfaatkan bersama untuk kepentingan pendidikan. Kepada para mahasiswa dengan adanya fasilitas ini, harapan kami para senior dan alumni, dapat menghasilkan sarjana-sarjana Teknik Geologi yang lebih bermutu daripada kami sebelumnya," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/2/2018).

Rusunawa pertama berada di Jalan Sendowo, Kabupaten Sleman telah selesai pada akhir tahun 2017. Sementara rusunawa kedua yang telah rampung tahun 2016 berlokasi di Desa Bayat, Kabupaten Klaten yang pada Sabtu kemarin diresmikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Selain rusunawa mahasiswa, Kementerian PUPR juga membangun rusunawa pekerja, pondok pesantren, TNI atau POLRI dan MBR.

Rusunawa UGM Bayat berfungsi sebagai rumah singgah bagi mahasiswa Teknik Geologi yang akan melakukan studi lapangan geologi yang berlangsung sekitar tiga minggu hingga satu bulan.

“Setahu saya di Indonesia, laboratorium lapangan geologi hanya ada dua yakni di Karangsambung, Kabupaten Kebumen dan Bayat, Kabupaten Klaten," ucap Menteri Basuki.

Rusunawa UGM Bayat telah digunakan oleh mahasiswa UGM dan mahasiswa kampus lainnya, bahkan sejumlah mahasiswa luar negeri yang melakukan studi lapangan geologi juga dapat tinggal di rusunawa ini. Rusunawa tiga lantai ini memiliki 54 unit untuk umum dan dua unit untuk difabel dengan tipe 24 meter persegi dan telah dilengkapi tempat tidur bertingkat, meja belajar dan lemari pakaian.

Biaya pembangunannya sebesar Rp31,56 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Adhicipta Karya Hernanda dan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Laras Respati Utama. Kemudian pembangunannya dilakukan sejak Maret 2016 dan selesai pada September 2016.

Sebelum meresmikan Rusunawa UGM Bayat, Menteri Basuki meninjau Rusunawa UGM Sendowo. Rusunawa dengan satu tower setinggi tujuh lantai memiliki 180 unit mampu menampung 360 orang.

Rusunawa telah dilengkapi fasilitas setiap kamar yakni dua tempat tidur, kamar mandi di dalam, pendingin udara, meja kursi belajar dan lemari. Rusunawa ini juga dilengkapi dua unit lift. Biaya pembangunannya sebesar Rp47 miliar oleh PT Sarijati Adhitama dan di bawah pengawasan konsultan manajemen konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri. Untuk pengadaan meubelair dilakukan oleh penyedia jasa PT Bijak Manunggal Lestari sebesar Rp2,5 miliar.

Menteri Basuki mengapresiasi pembangunan dua rusunawa UGM tersebut dan mengakui kualitasnya yang sangat baik sehingga dapat nyaman dihuni. "Saya kira ini skornya lebih dari delapan. Kebahagiaan saya juga bertambah karena pelaksananya adalah kontraktor bukan BUMN dan ternyata hasilnya pun sangat baik,” ujarnya.

Pembangunan Rusunawa mahasiswa dan santri di berbagai daerah merupakan bentuk perhatian dan keseriusan Pemerintah dalam penyediaan hunian layak dan penataan kawasan lingkungan pendidikan. Diharapkan dengan dibangunnya rusun bisa menambah semangat dan kenyamanan para mahasiswa dalam proses belajar.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut