Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Razman Ungkap Jokowi Masih Buka Pintu Maaf untuk 3 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu
Advertisement . Scroll to see content

Realisasi Anggaran Covid-19 Baru 20 Persen, Jokowi: Enggak Tahu Prioritas

Senin, 03 Agustus 2020 - 11:18:00 WIB
Realisasi Anggaran Covid-19 Baru 20 Persen, Jokowi: Enggak Tahu Prioritas
Presiden Jokowi kembali menyoroti realisasi anggaran Covid-19 yang baru mencapai 20 persen. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Jokowi kembali menyoroti rendahnya realisasi anggaran Covid-19. Dia mengaku tidak puas karena belanja APBN diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020.

“Saya melihat memang urusan realisasi anggaran ini masih sangat minim sekali. Sekali lagi dari Rp 695 triliun stimulus untuk penanganan Covid 19 baru 20 persen yang terealisasi, Rp141 triliun yang terealisasi. Sekali lagi baru 20 persen. Masih kecil sekali,” katanya saat membuka rapat di Istana Merdeka, Senin (3/8/2020).

Dia mengatakan realisasi paling besar ada pada belanja sektor perlindungan sosial sebesar 38 persen, disusul sektor stimulus bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 25 persen.

“Hati-hati ini. Yang belum ada DIPA-nya (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) saja masih gede sekali 40 persen). DIPA-nya belum ada. DIPA saja belum ada bagaimana mau realisasi?,” tuturnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut menilai kondisi ini menggambarkan kementerian/lembaga (K/L) belum memiliki aura krisis di tengah pandemi covid-19. Dia menyebut, jajarannya masih bekerja berdasarkan rutinitas semata.

“Artinya apa? Di kementerian, di lembaga aura krisisnya betul-betul belum, ya belum. Masih sekali lagi kejebak pada pekerjaan harian. Enggak thau prioritas yang harus dikerjakan,” ucapnya.

Dia meminta Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menuntaskan masalah ini. Dia ingin agar setiap urusan dijabarkan secara detail.

“Oleh sebab itu saya minta Pak Ketua, urusan ini didetailnya satu per satu dari menteri-menteri yang terkait, sehingga manajemen krisis kelihatan, lincah, cepat, troubleshooting, smart shortcut, dan hasilnya betul-betul efektif efektif. Kita butuh kecepatan,” ucapnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut