Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI dan Diaspora lewat Mandiri Sahabatku 2026
Advertisement . Scroll to see content

Rumah Pangan B2SA Jadi Sarana Edukasi Tingkatkan Kesadaran soal Makan Sehat

Kamis, 18 Juli 2024 - 19:16:00 WIB
Rumah Pangan B2SA Jadi Sarana Edukasi Tingkatkan Kesadaran soal Makan Sehat
Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) tekankan pemahaman pentingnya pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). (Foto: dok Badan Pangan Nasional)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idBadan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) tekankan pemahaman pentingnya pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Pemahaman ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat dari makan hanya kenyang menjadi makan sehat. Ini juga menjadi salah satu program yang digencarkan NFA melalui Rumah Pangan B2SA.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, Jakarta, Kamis (18/7/2024), pihaknya berharap, Rumah Pangan B2SA ini sebagai sarana sosialisasi, edukasi, dan implementasi ke masyarakat untuk mengubah mindset ke arah yang lebih baik dengan menerapkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman sehari-hari dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

"Jadi, makan itu bukan hanya kenyang, tapi harus sehat. Kami (NFA) mengajak seluruh masyarakat untuk memahami konsep konsumsi pangan B2SA, merubah mindset dasar makan tadinya hanya kenyang menjadi makan harus sehat," katanya.

Langkah konkret tersebut terlihat pada saat Tim Kerja Program Rumah Pangan B2SA dari Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA melakukan monitoring Rumah Pangan B2SA, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi Pola Konsumsi Pangan B2SA di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (17/7/2024).

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA Rinna Syawal mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan sumber pangan tersebut, dapat memanfaatkan sumber daya pangan lokal yang mudah ditemui di lingkungan sekitar sehingga memenuhi unsur beragam, bergizi seimbang, dan aman atau B2SA.

Selain itu, tentunya sumber pangan tersebut juga terjangkau bagi masyarakat dan mudah diolah menjadi makanan yang enak dan sehat.  

"B2SA itu tidak mahal. Kita bisa memanfaatkan sumber pangan yang ada di sekitar pekarangan rumah. Jangan mencari yang susah untuk didapat. Dan juga, misi kita makan bergizi, jadi dapat dipahami semua kebutuhan gizi dalam setiap menu dapat memenuhi standar B2SA, bukan hanya kenyang, tapi harus sehat," ujar Rinna.

Rinna menambahkan, pada 2024, Badan Pangan Nasional mengembangkan Rumah Pangan B2SA di 175 titik lokasi desa prioritas yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia.  

Adapun berdasarkan hasil pengukuran skor Pola Pangan Harapan (PPH), jumlah konsumsi padi-padian 2023 sebesar 1.192 kilokalori per kapita per hari atau sebesar 56,7 persen dari total AKE 2.100 kilokalori per kapita per hari. Jumlah tersebut jauh lebih melampaui dari target ideal yang ditetapkan yaitu 1.050 kilo kalori per kapita per hari.

Hal tersebut menandakan konsumsi sumber karbohidrat masyarakat Indonesia masih melampaui batas ideal, karena masih belum mencapai prinsip B2SA yang ideal.

Untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah menu B2SA, dalam kegiatan Rumah Pangan B2SA juga dilaksanakan demo olahan pangan lokal dengan menggandeng beberapa pihak, seperti kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan beberapa stakeholder lainnya.

Dengan adanya Program Rumah Pangan B2SA dengan komponen kegiatan sosialisasi dan edukasi serta demo memasak olahan pangan lokal ini, harapannya masyarakat dapat mengaplikasikan pola konsumsi pangan B2SA di Rumah Pangan dan di rumah masing-masing dalam menyajikan menu makan harian.

Editor: Anindita Trinoviana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut