Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Diresmikan, Jokowi Harap AP II Tingkatkan Layanan

Okezone, Antara · Kamis, 23 Januari 2020 - 22:00 WIB
Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Diresmikan, Jokowi Harap AP II Tingkatkan Layanan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan landasan pacu (runway) 3 dan East Connection Taxiway (ECT), terminal 3 dan gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan landasan pacu (runway) 3 dan East Connection Taxiway (ECT), terminal 3 dan gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang, Banten. 

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim dan memohon ridho Allah SWT, pada sore hari ini saya resmikan runway 3, East Connection Taxiway (ECT), terminal 3 dan gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta," kata Jokowi saat peresmian di Bandara Soetta Tangerang, Banten (23/1/2020).

Jokowi berharap, dengan diresmikannya runway atau landasan pacu 3, east connection taxiway, hingga terminal 3 bandara Soekarno-Hatta ini bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. "Ini setelah terminal 3 selesai, kemudian runway 3 juga selesai, kemudian east connection taxi way selesai, ditambah fasilitas VIP bandara juga selesai, kita harapkan semua layanan menjadi lebih baik," ujardia.

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II telah mengoperasikan penuh runway 3 Bandara Soetta sejak 20 Desember 2019. Dimensi runway baru itu mencapai 3.000 x 60 meter dari sebelumnya saat diuji coba sejak Agustus 2019 dengan dimensi 2.500 x 45 meter.

Bandara Soetta sebelumnya mempunyai dua runway, yaitu Runway 1 di utara dan runway 2 di selatan. Kehadiran runway 3 yang berlokasi di selatan akan membuat lebih banyak pesawat bisa mendarat (landing) dan lepas landas (take off).

Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan,adanya runway 3 membuat kapasitas pesawat yang bisa mendarat di bandara mencapai 100 pesawat per jam dari sebelumnya dua runway, sebanyak 82 pesawat per jam.

Dia juga mengatakan kehadiran runway 3 karena pesawat tak perlu lagi berlama-lama di udara (airborne holding) untuk mengantre pendaratan.

Editor : Ranto Rajagukguk