Sajak soal Lion Air Atas Nama Sri Mulyani Viral, Ini Kata Kemenkeu
JAKARTA, iNews.id - Sajak untuk korban Lion Air dengan nomor penerbangan JT-160 viral di media sosial. Tulisan tersebut beredar atas nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarawati.
Juru bicara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Nufransa Wira Sakti mengaku dirinya banyak ditanya soal sajak yang beredar di platform media sosial, terutama WhatsApp.
"Setelah setelah saya konfirmasi, beliau menyatakan tidak membuat tulisan tersebut," kata Nufransa, Rabu (31/10/2018).
Tulisan tersebut bukan karya Sri Mulyani, melainkan Jayaning Hartami. Dalam akun Facebook-nya, Jayaning yang merupakan seorang penulis menyebut bahwa sajak tersebut merupakan tulisan miliknya.
"Tulisan tentang keluarga, kehilangan, dan JT610 kemarin adalah tulisan ASLI buatan saya. Bukan buatan beberapa nama yang beredar, apalagi buatan Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan kita. Kasian atuhlah kalo beliau disamain sama remah-remah momogi macem saya," kata Jayaning.
Dia menyebut, tulisan tersebut terlambat diberikan watermark. Padahal, tulisannya sudah dibagikan lebih dari 7.000 kali. Dia juga mengaku sempat ada orang yang menuduhnya menjiplak (copy paste/copas) karya Sri Mulyani.
"Saya sungguh merasa ga ahsan harus ribut ribut membahas tentang ini di tengah situasi duka. Tapi sedih juga ya ternyata saat ada yang mengira bahwa saya yang MENG-COPAS alih alih saya yang DI-COPAS?," kata Jayaning.
Berikut sajak untuk korban Lion Air JT-610 yang beredar di media sosial:
Pada kamu yang malam tadi berdebat dengan istri. Merasa lelah mendengar keluhannya yang tak henti. Membawa kesal itu dalam tidurmu, sehingga emosi belum reda pagi ini..
Berpelukanlah sebelum pamit berangkat kerja nanti.
Karena bisa jadi,
Inilah waktumu melihatnya terakhir kali..
Pada kamu yang akhir akhir ini merasa hidup berat sekali. Kelelahan mengurus rumah sendiri, tumpuk setrikaan tanpa henti, kepusingan mengatur tagihan yang datang bertubi. Lalu diam diam, kau kutuki karir suamimu yang tidak juga naik posisi...
Sambutlah ia ketika pulang nanti.
Katakan betapa bersyukurnya memiliki suami yang senantiasa bekerja keras dan menjaga kehalalan gaji. Ucapkan terimakasih dengan tulus hati.
Kau tidak pernah tahu,
Bisa jadi untuk melakukannya esok, kau tak lagi punya waktu..
Pada kamu yang hari ini merasa pusing mendengar berisiknya anak di rumah. Padahal sepulang dari kantor mata rasanya hanya ingin terpejam dan badan butuh rebah. Lalu diam diam, kau simpan itu menjadi emosi marah..
Tersenyumlah lebar buat mereka hari ini.
Saat hendak pergi, dan saat nanti pulang kembali.
Luangkan waktu untuk menatap wajah mungil itu yang bercerita riang tentang hari harinya padamu. Dengarkan intonasi suaranya. Rekam baik baik binar mata dan ekspresi mereka.
Karena sungguh bukan sebuah ketidakmungkinan,
Besok lusa tak ada lagi kesempatan..
**
Kebersamaan menahun seringkali membuat kita lebih mudah mendeteksi kekurangan, daripada menemukan kebaikan.
Lebih lancar memberi kritik, daripada memberi apresiasi.
Lebih cenderung mengeluh. Dan lupa mensyukuri satu sama lain.
Padahal kita tidak pernah tahu kapan kebersamaan ini akan berhenti. Bisa jadi hari ini. Bisa jadi besok. Bisa jadi sebentar lagi.
Hargai setiap momen yang kita punya saat ini.
Minta maaf selagi bisa.
Berterimakasih selagi masih ada waktu.
Bercanda, berbincang, tertawa..., selagi kesempatan masih ada.
Berpelukanlah.
Selagi hangat tubuhnya masih bisa dirasa.
**
Deep condolence untuk seluruh awak dan penumpang Lion Air JT610..
Yang diantaranya ada seorang Ayah, yang pagi kemarin baru saja pamit bekerja setelah menghabiskan weekendnya untuk mengunjungi anak istri yang tinggal di Jakarta. Melepas rindu setelah sepekan tak bertemu.
Ada juga seorang Ibu yang semalam masih bercanda dengan putri kesayangannya. Menemaninya tidur. Lalu paginya berangkat untuk dinas luar kota. Bekerja. Menjemput pahala.
Dan ada pula seorang lelaki yang baru menikah dua hari. Kemarin pagi mengecup istrinya di bandara. Mesra. Sembari meminta doa. Sebelum terbang mencari nafkah pertamanya.
*
Kita betul betul gak pernah tau.
Bisa jadi salam yang kita berikan hari ini, adalah salam terakhir buat orang orang tercinta.
Lakukanlah selagi bisa....
Editor: Rahmat Fiansyah