Sering Membangkang, Alasan Elia Dicopot dari Kursi Dirut Pertamina?
JAKARTA, iNews.id - Elia Masa Manik dinilai pantas dicopot dari posisi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan digantikan oleh Nicke Widyawati. Padahal, ia baru dilantik pada Maret 2017 sehingga baru setahun lebih sedikit ia menduduki posisi tersebut.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, Elia terlalu sering mengeluh dan melakukan manuver yang mengarah pada pembangkangan dalam menjalankan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) penugasan. Salah satu manuver itu adalah mengurangi pasokan Premium di Jawa, Madura dan Bali (Jamali).
Memang tidak ada kewajiban bagi Pertamina untuk memenuhi pasokan Premium di Jamali, namun pengurangan pasokan itu menyebabkan kelangkaan BBM di berbarapa daerah. "Dikhawatirkan ini akan menimbulkan keresahan. Menteri Jonan sudah sering bilang buat nambah pasokan. Belum juga selesai, Pertamina malah naikkan Pertalite yang dampaknya ke disparitas yang tinggi," ucapanya dalam acara dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).
Seperti diketahui, Pertamina memutuskan menaikkan harga Pertalite dari Rp7.800 per liter menjadi Rp8.000 per liter. Dengan kenaikan harga Pertalite sebesar Rp200 per liter menyebabkan disparitas antara harga Premium dengan Pertalite menjadi semakin tinggi hingga mencapai sebesar Rp1.450 dengan harga premium sebesar Rp6.550 per liter.
"Saya bilang ini manuver untuk Pertamina untuk menutupi potential loss. Pertamina itu BUMN strategis tidak semata-mata perusahaan yang mencari profit tapi ada kepentingan masyarakat yang harus ada minimalisir profit," tuturnya.