Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TEI ke-40 Resmi Dibuka, Hadirkan Keunggulan Produk Indonesia Tanpa Batas 
Advertisement . Scroll to see content

Setelah 8 Tahun Dibahas, Indonesia dan EFTA Resmi Teken IE-CEPA

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:56:00 WIB
Setelah 8 Tahun Dibahas, Indonesia dan EFTA Resmi Teken IE-CEPA
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia dan empat negara European Free Trade Association (EFTA) resmi meneken kerja sama perdagangan bebas. Kesepakatan itu ditandatangani setelah pembahasan selama delapan tahun.

Anggota EFTA merupakan negara di kawasan Eropa yang berada di luar Uni Eropa (UE). Jika UE ada 28 negara, EFTA ada empat negara yaitu Islandia, Norwegia, Swiss, dan Liechtenstein.

Menteri Perdagangan Enggartiasto bersyukur dengan tuntasnya pembahasan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). Perjanjian ini dinilai penting untuk mendorong kemitraan ekonomi Indonesia dengan negara di kawasan Eropa.

"Indonesia percaya bahwa IE-CEPA ini akan membawa ekonomi Indonesia lebih kuat, berdaya saing, dan menarik bagi investor dari negara-negara maju anggota EFTA,” kata Mendag, Minggu (16/12/2018).

Perundingan IE-CEPA telah berlangsung selama hampir delapan tahun sebelum akhirnya dinyatakan selesai secara substantif oleh para juru runding dalam pertemuan di Bali pada 29 Oktober—1 November 2018. Perjanjian ini dideklarasikan final oleh para menteri terkait pada 23 November 2018 di Jenewa, Swiss.

Dalam IE-CEPA, isu-isu yang dibahas meliputi perdagangan barang dan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual (HAKI), pembangunan berkelanjutan, ketentuan asal dan bea cukai, fasilitasi perdagangan, pengamanan perdagangan, persaingan usaha, legal, serta kerja sama dan pengembangan kapasitas.

"Ini tentunya akan ikut mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia, mengingat negara-negara EFTA memiliki keunggulan tersendiri di bidang teknologi, energi, pendidikan, transportasi, keuangan, kimia, perikanan dan lainnya, dan dengan didukung oleh kerja sama ekonomi dan pengembangan kapasitas kita harapkan akan terjadi alih-teknologi secara alamiah,” tutur Enggar.

Menteri Perdagangan Swiss Johann Niklaus Schneider-Amman mengatakan, perjanjian ini sangat ditunggu pelaku usaha EFTA yang ingin mengembangkan bisnisnya di dan dengan Indonesia.

"Sejatinya, hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan EFTA masih jauh dari potensi sesungguhnya, karena baru mencatatkan total nilai 2,4 miliar dolar AS pada 2017," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2017, total perdagangan Indonesia-EFTA mencapai 2,4 miliar dolar AS.  Untuk nilai ekspor Indonesia ke EFTA tercatat mencapai 1,31 miliar dolar AS, sementara impor Indonesia dari EFTA mencapai 1,09 miliar dolar AS. Dengan demikian, Indonesia surplus sekitar 220 juta dolar AS.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut