Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Catat! Ini Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
Advertisement . Scroll to see content

Soal Mudik Lebaran, Wapres Ma’ruf Amin Antisipasi di Luar Tanggal Pelarangan

Selasa, 30 Maret 2021 - 15:32:00 WIB
Soal Mudik Lebaran, Wapres Ma’ruf Amin Antisipasi di Luar Tanggal Pelarangan
Wakil Presiden Ma`ruf Amin. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah menyiapkan antisipasi kemungkinan mudik Lebaran di luar tanggal pelarangan. Seperti diketahui larangan mudik Lebaran diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

“Memang pelarangannya itu kan dari tanggal itu. Tapi kita tidak mempersiapkan sebelum itu. Sekarang sedang disusun apa nanti hal-hal kalau terjadi kebocoran-kebocoranlah. Mereka yang mendahului sebelum tanggal itu sudah disiapkan penangkalan-penangkalannya,” kata Maruf, Selasa (30/3/2021).

Maruf mengatakan, alasan pemerintah melarang mudik adalah adanya potensi tingginya penularan Covid-19. Menurut dia, meskipun kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini cenderung rendah namun harus tetap waspada.

“Kita sekarang ini tidak boleh apa ya, terlalu euforia. Sehingga kita wah ini sudah udah turun. Sebab kalau tidak, itu bisa akan naik seperti di negara-negara lain,” ujarnya.

Dia mengaku, tahun ini lebih cepat mengumumkan pelarangan mudik dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, jika terlambat seperti tahun lalu maka angka mudik tidak terbendung.

“Pengalaman tahun yang lalu, libur Lebaran itu, walaupun sudah dilarang tapa karena terlambat larangannya terjadi maka yang mudik itu besar. Dampaknya  seminggu kemudian sesudah lebaran terjadi peningkatan hampir 90 persen,” ucapnya.

“Melihat tahun lalu seperti itu. Itu dilarang.  Nah tahun yang lalu itu telat. Karena itu kita sekarang lebih awal,” tuturnya. 

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut