Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Motor BMW R60 Ridwan Kamil Viral gegara Lisa Mariana, Ini Sejarahnya!
Advertisement . Scroll to see content

Soal Penggunaan Biodiesel, Gaikindo: BMW dan Mercy Kendaraan Senstif

Senin, 30 Juli 2018 - 15:04:00 WIB
Soal Penggunaan Biodiesel, Gaikindo: BMW dan Mercy Kendaraan Senstif
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Perluasan penggunaan biodiesel 20 persen (B20) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) solar nonsubsidi akan direalisasikan pada 2 Agustus nanti. Kebijakan ini dalam rangka menekan impor BBM solar yang sekaligus mengurangi defisit transaksi berjalan.

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johanes Nangoi menjelaskan, selama ini B20 hanya dimanfaatkan kendaraan bermuatan besar, seperti truk dan bus. Rencananya, B20 akan digunakan untuk semua jenis kendaraan yang mengonsumsi solar.

Tetapi, ada kemungkinan kendaraan-kendaraan tertentu tidak dipaksakan menggunakan B20. "Tapi, untuk kendaraan yang sifatnya non-PSO (Public Service Obligation) misalnya mungkin ada yang namanya BMW diesel, Mercy pakai diesel nah ini lebih sensitif karena mereka (kendaraan) sensitif. Jaminan terhadap guarentee-nya keputusan masing-masing merek," katanya ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Dia menilai, di luar sana banyak kendaraan yang harus menggunakan BBM berstandar tinggi karena mesin kendaraan yang diproduksi lebih ramah lingkungan. "Jadi, pada saat ini kendaraan-kendaraan diesel kita bikin berdasarkan emisi standar Euro 2. Jadi, bahan bakarnya apa pun juga standarnya harus sesuai emisi itu. Jadi, contohnya bensin harus Euro 4. Sedangkan bahan bakar B20 jadi harus Euro 2, harus bersih dulu dengan Euro 2," jelas dia.

Dia juga menegaskan, apabila masih terdapat perusahaan yang mendistribusikan BBM tanpa bahan campuran B20 maka ada denda yang akan dikenakan. "Tapi, itu masih bisa ditolerir. Jadi, tidak ada lagi Perta Dex yang non-bio solar. Kalau dia menyuplai bahan bakar solar non-biodiesel akan didenda Rp6.000 per liter," ujarnya.

Sementara itu, jika penerapan B20 ini terealisasi ke nonsubsidi maka dalam satu tahun pemerintah bisa menghemat 5,6 miliar dolar AS. Sebab, pemerintah tidak perlu mengucurkan devisa untuk melakukan impor solar.

Pemerintah tengah gencar merealisasikan penerapan penggunaan B20 untuk seluruh kendaraan berbahan bakar solar. Pasalnya, penggunaan B20 ini dapat tekan ketergantungan impor solar Indonesia.

Selain itu, pemerintah akan menerapkan B30 atau Euro 4. Namun, untuk saat ini baru B30 jenis gasoline yang akan direalisasikan. "Euro 4 yang gasoline memang tahun ini, tapi Euro 4 diesel di tahun 2021," ucap Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Harjanto pada kesempatan yang sama.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut