Soal Penyederhanaan Eselon, Indef Prediksi Bisa Genjot Daya Saing

Antara ยท Jumat, 08 November 2019 - 15:41 WIB
Soal Penyederhanaan Eselon, Indef Prediksi Bisa Genjot Daya Saing

Penyederhanaan jabatan eselon menjadi dua level dinilai dapat mempercepat pengambilan keputusan dan tindakan administrasi pemerintahan. (Foto: Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Penyederhanaan jabatan eselon menjadi dua level dinilai dapat mempercepat pengambilan keputusan dan tindakan administrasi pemerintahan. Dampak positifnya akan mempercepat proses investasi di dalam negeri.

"Gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memangkas eselon tentunya akan positif bagi percepatan investasi di dalam negeri, administrasi yang njelimet juga bisa menjadi lebih cepat," ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah ketika di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Dia menambahkan, dengan birokrasi yang bisa lebih cepat maka diharapkan dapat mendongkrak daya saing Indonesia. "Daya saing kita turun, dampaknya akan terasa terhadap investasi di dalam negeri," ucapnya.

Ia menyampaikan Forum Ekonomi Dunia (WEF) mengeluarkan Indeks Daya Saing Global (GCI) tahun 2019 yang menempatkan Indonesia di ranking 50. Laporan itu menyebutkan Indonesia mengumpulkan skor 64,6 atau turun tipis 0,3 dibandingkan tahun lalu.

Ia berharap penyederhanaan eselon di setiap kementerian segera direspon karena memiliki dampak yang baik ke depannya bagi birokrasi di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam pidato pelantikannya di MPR pada 20 Oktober 2016 menyampaikan bahwa penyederhanaan birokrasi harus terus dilakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan.

"Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," kata Presiden.


Editor : Ranto Rajagukguk