Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya soal Defisit APBN Melebar: Saya Bisa Buat 0 Persen, tapi Ekonomi Morat-marit
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani Bertemu Menteri Ekonomi Spanyol Nadia Calvino, Bahas Kondisi Ekonomi Global hingga Bahan Pokok

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 14:44:00 WIB
Sri Mulyani Bertemu Menteri Ekonomi Spanyol Nadia Calvino, Bahas Kondisi Ekonomi Global hingga Bahan Pokok
Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Spanyol dan Menteri Ekonomi Spanyol Nadia Calvino di Washington DC. (Foto: Instagram @smindrawati)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Spanyol sekaligus Menteri Ekonomi dan Digitalisasi, Nadia Calvino di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Pertemuan keduanya membahas kondisi ekonomi global dan exit strategy yang harus dilakukan agar negara tidak terjebak dalam lingkaran tak berujung (vicious cycle).

Salah satu hal yang dibahas, menurut Sri Mulyani, terkait subsidi yang harus lebih ditujukan kepada kelompok yang memang layak mendapatkan subsidi.

Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Spanyol dan Menteri Ekonomi Spanyol Nadia Calvino di Washington DC. (Foto: Instagram @smindrawati)
Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Spanyol dan Menteri Ekonomi Spanyol Nadia Calvino di Washington DC. (Foto: Instagram @smindrawati)

"Kami berdua menaruh perhatian mengenai mahalnya harga komoditi dan bahan pokok (food security), yang salah satunya adalah karena kelangkaan pupuk. Kami sepakat forum bersama antara Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian sangat membantu dalam hal menghasilkan suatu kebijakan untuk mengatasi hal tersebut," ujar Sri Mulyani dikutip dari akun Instagram @smindrawati, Sabtu (15/10/2022).

"Menteri Nadia menyampaikan bahwa kerja sama tersebut tetap harus dilanjutkan walaupun nantinya masalah pupuk dan kelangkaan pangan ini sudah terselesaikan karena masih banyak negara yang perlu didukung," sambungnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut