Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panas! Purbaya dan Trenggono Saling Sindir terkait Anggaran Pembangunan Kapal KKP
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani Keluhkan Minimnya Peran Swasta dalam Pendanaan Riset

Rabu, 31 Juli 2019 - 12:15:00 WIB
Sri Mulyani Keluhkan Minimnya Peran Swasta dalam Pendanaan Riset
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeluhkan soal mayoritas pendanaan biaya riset nasional yang masih didominasi oleh pemerintah. Bahkan, pemerintah disebut memiliki porsi sebesar 66 persen dari total pembiayaan riset nasional.

"Society kita kontribusinya terhadap kegiatan penelitian masih didominasi pemerintah. 66 persen dari total belanja penelitian di Indonesia itu dari pemerintah. Peranan swasta hanya 10 persen," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Energy Building, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Menurut wanita yang akrab disapa Ani itu, seharusnya pembiayaan riset suatu negara didominasi oleh swasta. Hal ini bahkan sudah dilakukan oleh banyak negara maju dunia.

"Di negara OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) kebalik. Swasta itu 70 persen. Ini menunjukan adanya perbedaan dominasi pemerintah atau kurang partisipasi swasta," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, minimnya insentif yang diberikan kepada swasta sebelumnya untuk pembiayaan riset menjadi alasan utama masih kurangnya peranan swasta.

Oleh karenanya, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan aturan pengurangan pajak luar biasa (super-deductable tax) khusus untuk penelitian dan program vokasi.

"Pemerintah memberikan insentif karena ingin menyeimbangkan kontribusi pendanaan research yang tidak melulu dari pemerintah," ucapnya.

Sebagai informasi, tahun ini pemerintah menganggarkan Rp492 triliun untuk biaya pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp35,7 triliun untuk pendanaan penelitian.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut