Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus 6.500 Dolar AS per Troy Ons
Advertisement . Scroll to see content

Sri Mulyani Waspadai Dampak Ketegangan Rusia-Ukraina Terhadap Pemulihan Ekonomi 

Jumat, 18 Februari 2022 - 21:50:00 WIB
Sri Mulyani Waspadai Dampak Ketegangan Rusia-Ukraina Terhadap Pemulihan Ekonomi 
Sri Mulyani waspadai dampak ketegangan Rusia-Ukraina terhadap pemulihan ekonomi  (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa dalam Finance Track Presidensi G20 Indonesia pihaknya sama sekali tidak membahas ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina. Meski begitu, dia memahami ada negara-negara yang sedang berada dalam tensi geopolitik tersebut.

Menurutnya, hal ini kemudian juga turut membuat pembahasan komunike berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

"Jadinya kami tidak membahas soal Ukraina, tapi soal spillover-nya. Pastinya situasi geopolitik mempengaruhi atau memberikan spillover kepada perekonomian, keuangan, dan mempengaruhi prospek pemulihan ekonomi seluruh dunia. Oleh karena itu, perlu mendudukkan bagaimana supaya aspek geopolitik ini tidak menjadi isu yang kemudian melemahkan upaya pemulihan ekonomi yang sebetulnya berjalan, namun tidak merata," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/2/2022). 

Sri Mulyani menambahkan, terdapat faktor-faktor lain mengenai hal tersebut. Misalnya, dalam keuangan berkelanjutan, ada negara yang sudah siap menerapkan carbon market dan carbon price, ada yang belum. 

Oleh karena itu, dalam merumuskan langkah-langkah ini supaya tetap terjadi sebuah kesepakatan dan masih di dalam konteks spirit kebersamaan. 

"Seperti yang tertuang dalam Paris Agreement untuk mencapai nett zero emission dan tetap menghormati proses yang ada di dalam UNFCCC, maka pertanyaannya adalah, Finance Track itu apa kontribusinya tanpa meng-undermine?" ucap Sri Mulyani. 

"Nah hal seperti ini kadang perlu diberikan supaya diskusi terjadi dan kalaupun ada kesalahpahaman, atau pemikiran berbeda, bisa kita jembatani sehingga bisa mencapai kesepakatan mengenai apa-apa yang penting untuk memajukan agenda keuangan berkelanjutan. Itu bagian-bagian yang tadi relatively memakan waktu," sambungnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut