Tekan Kemiskinan, Pemerintah Cari Cara Atasi 29,12 Juta Pengangguran
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan ekonomi Indonesia sudah menuju ke arah perbaikan. Meski harus diakui masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan.
Salah satunya masih tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran sudah mencapai 29,12 juta.
Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera dibereskan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi.
“Tingkat pengangguran di indonesia masih alami tantangan dan kita lihat, 29,12 juta orang butuh lapangan kerja dan 29,12 itu adalah orang yang berusia kerja dan mayoritas punya pendapatan rendah sehingga tentu ini harus dijaga agar kemiskinan tidak bertambah,” ujarnya dalam diskusi virtual, Sabtu (14/11/2020).
Berprestasi, Airlangga Hartarto Terima Bintang Mahaputera Adipradana dari Jokowi
Airlangga menjelaskan, pada kuartal III 2020 sendiri meskipun ekonomi minus 3,49 persen, namun mulai membaik dari periode sebelumnya. Pada kuartal II, ekonomi Indonesia minus 5,32 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Di kuartal III 2020, perekonomian Indonesia terlihat dalam tren positif sehingga memastikan di kuartal II adalah rock bottom kita jaga agar momentum bisa terus dijaga sampai kuartal IV di mana di triwulan empat kita lihat antara minus 1,6 persen hingga 0,6 minus,” katanya.
Dari sisi pengeluaran, lanjut Airlangga, konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan sebesar 9,76 persen dan menjadi penopang pertumbuhan pada kuartal III 2020. Diharapkan beberapa sektor yang mulai bergerak ke zona hijau bisa lanjut ke periode selanjutnya.
“Ada beberapa sektor masih positif, pertanian 2,15 persen ditopang perkebunan, utility air dan juga terkait infokom dan kesehatan pertumbuhan 15 persen. PMI penjualan eceran survei kegiatan usaha, penjualan mobil motor tren positif dari kuartal ke kuartal. IHSG (indeks harga saham gabungan) bisa rebound dari angka terendah di maret, demikian pula dengan beberapa sektor sudah melakukan pembalikan,” tuturnya.
Editor: Ranto Rajagukguk