Terbesar di Dunia, Jepang Kucurkan Stimulus Covid-19 Rp31.000 Triliun

Djairan ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 20:07 WIB
Terbesar di Dunia, Jepang Kucurkan Stimulus Covid-19 Rp31.000 Triliun

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Jepang melaporkan negaranya mengucurkan paket stimulus untuk Covid-19 terbesar di dunia. Anggaran yang digelontorkan negeri Sakura ini mencapai Rp31.175 triliun

Namun, dengan nominal bantuan yang besar tersebut, pemerintah setempat mengalami kendala dalam penyaluranya. Menurut data Kementerian Urusan Dalam Negeri Jepang, hampir 40 persen dari dana yang dianggarkan dalam bentuk bantuan uang tunai rumah tangga masih belum tersalurkan meski sudah ditargetkan sejak April lalu.

“Dari anggaran yang direncanakan pemerintah itu, masih banyak yang terkendala dalam hal administrasi, seperti masalah pada dokumen-dokumen syarat bantuan, bahkan juga kendala kurangnya staf yang menangani itu secara teknis,” kata pihak Kementerian Urusan Dalam Negeri Jepang, dikutip dari Bloomberg Rabu (24/6/2020).

Sementara itu, stimulus berupa pinjaman untuk dunia bisnis serta subsidi perlindungan kerja, hanya 14 persen yang baru tersalurkan kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain itu, hanya 5,8 persen yang baru dikucurkan kepada perusahaan-perusahaan menengah dan besar, yang berusaha tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawan mereka.

Hal tersebut menunjukkan pemerintah Jepang masih memiliki banyak pekerjaan rumah besar dalam penyaluran bantuannya. Sebelumnya stimulus tersebut telah dijanjikan akan diberikan kepada setiap orang sebesar Rp13,3 juta, di saat ekonomi Negeri Sakura itu menghadapi kontraksi terbesar dalam enam dekade terakhir.

Berbeda dengan Korea Selatan, yang juga menyalurkan stimulus serupa untuk semua rumah tangga di sana. Pemerintah di Negeri Gingseng ini pada dasarnya telah selesai membagikan bantuan uang tunai, dengan capaian data distribusi hingga 90 persen lebih. Hal itu dikerjakan hanya dalam dalam sebulan, dengan menggunakan infrastruktur teknologi tinggi.    

Editor : Ranto Rajagukguk